Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu Klarifikasi Dugaan Kampanye

Tim Editor

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkeu Sri Mulyani. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengkarifikasi dugaan kampanye pada saat acara InternationaI Monetary Fund (IMF) dan International Word Bank 14 Oktober 2018.

Luhut dan Sri Mulyani tiba di Bawaslu sekitar pukul 15.15 WIB dan segera menuju ruangan untuk memberi penjelasan kepada Ketua Bawaslu Abhan Misbah beserta tim dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

Beberapa lama kemudian, Luhut keluar dari ruangan. Ia membantah tuduhan telah mengondisikan foto dengan pose satu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara internasional yang digelar di Bali tersebut.

Foto pose satu jari tersebut dilaporkan sebagai sebuah pelanggaran kampanye pasangan dengan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin oleh Dahlan Pidow dan Advokat Nusantara.

"Ya dijelaskan enggak ada, boro-boro mikir kampanye, kita masih sibuk dengan kerja di sana. Kan semua engga ada tidak ada dalam urusan kampanye," ungkap Luhut di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Luhut mengaku heran terhadap pasal yang disangkakan padanya yaitu 282-283 Udang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. 

"Ya kalau dari saya baca Undang-undangnya, tadi tuh enggak ada yang saya langgar. Enggak ada sama sekali. Kan saya baca Undang-undangnya, enggak ada satu pun saya melanggar," tutur Mantan Menteri Polhukam tersebut.


Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menko Maritim Luhut Binsar, dan Menkeu Sri Mulyani (Foto: Instagram @christinelagarde)

Ia juga mengaku kalau yang dilakukannya tersbut hanyalah spontanitas. "Ya spontan terjadi saja. Kita bilang Indonesia nomor satu, great Indonesia. Meluapkan kegembiraan bersama, tidak terbayangkan bahwa Indonesia mampu membuat pertemuan IMF world bank ini pada tataran kelas dunia," jelasnya.

Tak lama setelah Luhut keluar dari ruangan, Sri Mulyani juga keluar. Namun ia hanya irit bicara saat ditanyakan penjelasan apa yang ia tuturkan kepada Bawaslu.

"Ditanya mengenai penjelasan kejadian pada saat konferensi pers. Penjelasannya ditanyakan saja ke Bawaslu," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, Warga masyarakat, Dahlan Pido, didampingi Advokat Nusantara mengadukan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran pemilu saat penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Minggu (14/10).

Pelanggaran itu dilakukan saat Luhut dan Sri Mulyani melakukan sesi foto dengan Direktur IMF Christine Lagarde, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. 

Ia pun membawa bukti berupa pemberitaan media yang ada dan sebuah disket yang berisi gambar video saat kejadian tersebut.

Dahlan mendunga, saat sesi foto tersebut, Menko Luhut dan Menkeu Sri Mulyani dinilai telah mengarahkan Direktur IMF dan juga Presiden Bank Dunia tidak berpose dengan dua jari (victory), namun dengan satu jari, dan menyatakan satu untuk Jokowi.
 

Tag: dana kampanye

Bagikan: