Polemik iPad yang Digunakan Sandiaga di Debat Ketiga

Tim Editor

IPad milik cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Dua cawapres sudah unjuk kebolehan pada debat ketiga Pemilu 2019, kemarin. Debat ini bertemakan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. 

Saat debat, cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin beberapa kali tampak merogoh kantongnya dan mengeluarkan secarik kertas ketika bertanya kepada cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.
 
Sementara, Sandiaga tampak menggunakan iPadnya dalam debat tersebut. Belakangan, gawai Sandiaga ini jadi polemik. Sebab, bukan tak mungkin, Sandi menggunakan gawai itu untuk mencari jawaban.


Ilustrasi debat cawapres (Ilham/era.id)

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penggunaan iPad ini sengaja untuk memperlihatkan kalau mereka melek teknologi. 

Selain itu, penggunaan iPad sebagai bukti Sandi adalah pemimpin yang ramah lingkungan karena tidak membuang-buang kertas.

"Bang Sandi memang semua disiapkan di situ. Jadi kalau anda ikuti Bang Sandi setiap hari, beliau kan selalu bawa tablet. Itu khasnya anak zaman now. Itu juga menunjukkan komitmen Bang Sandi untuk paperless. Komitmen (menjaga) lingkungan hidup," ungkap Dahnil.

Menurutnya, membawa gawai seperti yang dilakukan Sandi bukanlah masalah. Sebab sama seperti membawa botol minum, hal ini tak dilarang dalam aturan debat. 

"Enggak ada (melanggar aturan). Kan boleh bawa note, catatan segala macam," kata dia.


Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat debat ketiga (Mahesa/era.id)

Sementara itu, Direktur Konten Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Fiki Satari berbeda pandangan dengan gawai di acara debat ini. Menurutnya, Ma'ruf memilih kertas ketimbang gawai karena faktor efesiensi. Sebab, kata Fiki, tak ada urgensinya Ma'ruf menggunakan gawai seperti Sandi.

"Emang enggak ada kepentingannya buat pakai iPad. Hanya satu pertanyaan kan yang ditanyakan pakai catatan, yang tujuannya agar kalimatnya lebih efektif. Sementara opening, closing, data kan sudah disampaikan dengan baik oleh Kiai Ma'ruf Amin," kata dia.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan bilang, sebenarnya tak ada larangan juga dalam debat untuk membawa gawai maupun kertas. 

"Tidak ada larangan membawa catatan atau gadget dalam debat," kata Wahyu kepada wartawan.

Namun, Wahyu tak menjawab secara spesifik ketika disinggung adanya kemungkinan Sandiaga untuk mencari data tambahan untuk jawaban pertanyaan Ma'ruf melalui iPadnya. 

Dia menyerahkan kepada publik untuk menilai kemampuan masing-masing kandidat dari acara debat tersebut. Lantaran, kata dia, acara debat ini merupakan media komunikasi politik kandidat untuk menggaet pemilih dengan cara menyampaikan gagasannya membangun bangsa ke depan.

"Oleh karena itu, kemampuan kandidat dalam komunikasi politik tersebut menjadi penting dan pada akhirnya publiklah yang akan menilai," ujar dia.


Cawapres nomor urut 01 Ma'rif Amin saat debat ketiga (Mahesa/era.id)

Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe bilang, perbedaan antara Ma'ruf yang menggunakan cara konvensional mencatat pertanyaan di kertas dengan Sandiaga yang memilih menggunakan gawai sebenarnya karena perbedaan generasi.

"Sandi mungkin lebih mudah gunakan alat teknologi, sementara Pak Ma'ruf menggunakan (lebih mudah) cara konvensional saja. Ini juga terkait usia," kata Maksimus.

Dia bilang, tak bisa juga disebut Sandiaga sengaja menggunakan iPad untuk meraih dukungan pemilih muda dan milenial yang akrab dengan teknologi.

Sebab, para pemilih khususnya anak muda dan milenial akan memilih mereka yang punya program kerja dan gagasan pembangunan yang jelas.

"Saya melihatnya tak ada korelasi menggunakan alat dengan kepentingan mendapatkan keuntungan elektoral. Karena yang dinilai publik, pemilih, itukan soal bobot program dan gagasan masing-masing," kata Maksimus.

Tag: pemilu 2019 pilpres 2019 sandiaga uno tajir ketua mui maruf amin gadget kacamata kuda

Bagikan: