Pelaku Pembataian Chrischurch Dikenai Pasal Terorisme 

| 21 May 2019 18:51
Pelaku Pembataian Chrischurch Dikenai Pasal Terorisme 
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Pengadilan Selandia Baru menjatuhkan dakwaan kepada terdakwa penembakan 51 warga muslim di Masjid Christchurch, Brentorn Tarrant dengan pasal terorisme. 

Melansir The Guardian, setidaknya ada dakwaan 51 pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan atas insiden penembakan yang dilakukannya pada 15 Maret lalu di dua masjid di Christchurch.

"Dia (Brenton Tarrant) dikenai tuduhan atas tindakan terorisme terhadap apa yang telah terjadi di Christchurch," kata polisi dalam pernyataanya seperti dikutip era.id, Selasa (21/5/2019).

Polisi mengatakan, keputusan untuk mengenakan tuduhan terorisme itu dibuat setelah berkonsultasi dengan jaksa dan ahli hukum pemerintah. Terlebih dakwaan terorisme ini baru digunakan Pengadilan Selandia baru setelah UU Terorisme diperkenalkan sejak 2002. 

Masjid Al-Noor di Kota Christchurch, Selandia Baru (Twitter/@rumahzakat)

Selain itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah menyebut, insiden penembakan jemaah muslim di Chrischurch sebagai serangan terorisme. 

Itu artinya, Brenton Tarrant akan mendapat hukuman terberat sejak Selandia Baru menghapus hukuman mati di tahun 1961. Sebab hukuman penjara di Selandia Baru bagi pelaku pembunuhan sekitar 10 tahun lamanya, itu pun belum mendapatkan pembebasan bersyarat.

Sejauh ini, hukuman penjara terberat yang pernah dijatuhkan di Selandia Baru adalah pada 2001 ketika William Bell, pelaku tiga pembunuhan, dihukum 30 tahun penjara. 

Sebelumnya, kasus penembakan masal di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, telah memasuki meja hijau. Brenton Tarrant (28), pelaku dalam kasus ini, didakwa atas tuduhan pembunuhan.

 

Rekomendasi