Neno Warisman Ajak Demonstran Menginap di Bawaslu

Tim Editor

Suasana demonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat. (Irfan/era.id)

Jakarta, era.id - Sejumlah orang yang menilai Pemilu 2019 banyak kecurangan masih tetap menggelar demonstrasi di depan Bawaslu, Jakarta Pusat. Massa yang menggelar aksi menolak kecurangan pemilu ini datang dari berbagai titik di sekitaran kawasan Thamrin. 

Mereka memenuhi ruas sisi jalan sebelah timur dan persimpangan dekat gedung pengawas Pemilu tersebut. Peserta aksi terlihat didominasi kaum laki-laki. Namun ada juga kaum ibu-ibu yang hadir dan berada di posisi depan.

Waktu berbuka puasa sudah lewat, mereka tetap bertahan dengan membuka perbekalan makanan masing-masing. Rencananya, mereka juga akan melaksanakan salat tarawih berjemaah di lokasi. 

Aksi demonstrasi ini terjadi karena dipicu hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang diumumkan oleh KPU RI dini hari tadi. Hasilnya Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf memperoleh 55,50 persen dari suara sah secara nasional. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 44,50 persen.


Aktivitas salat Asar berjemaah di depan gedung Bawaslu. (Irfan/era.id)

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Neno Warisman turut menjadi orator dalam aksi ini. Neno mengajak para peserta yang mengikuti aksi untuk bersiap menginap di gedung Bawaslu bila tuntutan mereka tidak diakomodasi. 

"Siap menginap di sini? Siap bertahan di sini? Minta izin dulu sama bapak-bapak aparat. Kami semua cuma emak-emak yang cinta keadilan," kata Neno di saat berorasi di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Neno menegaskan, emak-emak dan massa yang datang tidak ingin melakukan makar. Aksi demonstrasi kali ini, kata dia, bukakanlah upaya melawan negara. Ia pun menegaskan aksi ini aksi damai dan tak ingin aksi ini menjadi aksi anarkis serta menimbulkan korban jiwa.  

"Negara tidak kami lawan, pemerintah tidak kami lawan. Yang kami lawan hanya ketidakadilan. Kami ingin keadilan. Tidak ada yang lebih mahal dari bumi dan seisinya kecuali nyawa saudara kita. Karena itulah ini aksi damai. Karena yang kami inginkan adalah jawaban dari ketidakadilan," paparnya.

Dengan nada lirih, ia meminta aparat kepolisian yang menjaga aksi tidak bertindak represif. "Saya minta berikan bunga itu bapak-bapak aparat kepolisian. Walau para pemimpin memberikan kawat duri kepada kita. Letakan bunga-bunga yang ada di sini untuk bapak-bapak aparat. Ini hari indah, ini Ramadan," katanya.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Diah/era.id)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono yang ikut memantau jalannya aksi massa itu mengatakan, mereka sebelumnya telah memberikan surat pemberitahuan untuk mengadakan aksi. 

"Sudah disampaikan dan Polda sudah menyiapkan jangan sampai kegiatan ini ada yang menunggangi, jadi murni apa yang mereka sampaikan sesuai dengan Undang-Undang," tutur Argo. 

Argo berharap massa telah bubar setelah lewat dari pukul 18.00 WIB. Tapi, nyatanya, hingga berita ini diturunkan, massa tetap bertahan sambil melaksanakan salat magrib berjemaah. Dilanjutkan dengan berorasi lagi sambil menunggu waktu salat Isya dan tarawih.

Grafis oleh Ilham/era.id
 

Tag: pilpres 2019 prabowo-sandiaga

Bagikan: