Tudingan Kubu Prabowo soal Gaji ASN yang Jadi Pendongkrak Suara Jokowi

Tim Editor

Suasana sidang PHPU di MK (Ahmad/era.id)

Jakarta, era.id - Ketua tim hukum paslon 02 Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) menuding ada kecurangan terstruktur, sistematis (TSM) dalam kontestasi Pilpres 2019 dengan menaikkan gaji bagi Aparatur Sipil Negara ASN, TNI, dan Polri. 

Logika Bambang, menaikkan gaji dan membayar rapelan gaji bagi ASN, TNI, dan Polri merupakan penyalahgunaan anggaran dan program negara. Ini dianggapnya menguntungkan Joko Widodo sebagai calon presiden petahana. 

"Apalagi, program-progran tersebut bukanlah program rutin yang dilakukan pada setiap awal tahun hingga pertengahan April. Menaikkan gaji dan pensiunan PNS tidak dilakukan Presiden Petahana Jokowi dalam 3 (tiga) tahun sebelumnya," tutur BW di ruang sidang Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Bambang juga menyinggung janji Jokowi pada Maret 2019, yang bilang pembayaran rapelan kenaikan gaji PNS, TNI, dan Polri, yang akan dibayarkan pada awal April menjelang hari pencoblosan, digabung dengan pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 (THR). 

Menurutnya, pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 (THR) yang dijanjikan pada awal April menjelang pencoblosan, biasanya dilakukan pada pertengahan tahun ajaran atau menjelang hari raya. 

"Dalam batas penalaran rasional yang wajar, hal itu diniatkan untuk mempengaruhi pilihan dari penerima manfaat kebajikan tersebut yang tidak lain adalah juga para pemilih Pilpres 2019 dan keluarganya," kata dia. 

Perlu kamu tahu, meskipun Bambang dan kubu Prabowo menganggap kenaikan gaji ASN mempengaruhi pilihan mereka untuk mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019, hal ini berbeda dengan hasil-hasil survei sebelumnya. 

Seperti pada hasil survei Charta Politika yang dilakukan dalam rentang waktu 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019, paslon 02 Prabowo-Sandiaga unggul pada kelompok masyarakat berprofesi ANS dengan perolehan suara 44,7 persen. 

Tak hanya itu, lembaga survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan bahwa aparatur sipil negara (ASN) lebih banyak yang mendukung pasangan nomor urut 01 Prabowo-Sandiaga Uno dibanding Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hasil dari survei yang berlangsung 15-22 Maret 2019, sebanyak 48,2 persen responden riset CSIS menyatakan diri sebagai pendukung Prabowo-Sandiaga. Sementara pendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah 33,7 persen.


Ilustrasi (Ilham/era.id)

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: