Dua Trek Balapan Formula E yang Disiapkan Pemprov DKI

| 15 Jul 2019 18:13
Dua Trek Balapan Formula E yang Disiapkan Pemprov DKI
Anies Baswedan saat berkunjung ke sirkuit Formula E di New York (Instagram @Aniesbaswedan)
Jakarta, era.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mungkin sedang berbangga hati dengan keberhasilannya untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu tuan rumah dari seri balapan Formula E di tahun 2020 mendatang.

Kepastian ini didapatnya setelah bernegosiasi dengan Founder dan CEO Formula E Alexandro Agag, dan Co-Founder Formula E Alberto Longo di Amerika Serikat. Anies mengklaim dengan Jakarta jadi tuan rumah Formula E, akan memberikan dampak positif bagi perekonomian ibu kota.

Berbagai persiapan pun segera dilakukan, termasuk menyiapkan lintasan pada ajang balap Formula E. Ada dua jalur yang telah diusulkan Pemprov DKI dan telah diterima Federasi Otomotif Internasional (FIA) selaku pihak promotor usai melalukan survei di Jakarta pada 8 Juli.

"Rute pertama yang akan dijadikan trek Formula E dimulai dari: Silang Monas Tenggara - MI Ridwan Rais- Tugu Tani - MI Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Wisma Antara - Kedubes AS- Silang Monas Tenggara," kata kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo saat dihubungi, Senin (15/7/2019).

Sementara rute kedua, yakni Silang Monas Selatan (sebagai pit stop) - Jalan Medan Merdeka Selatan - belakang Stasiun Gambir - Jalan MI Ridwan Rais - belok kanan ke Jalan Medan Merdeka Selatan - Bundaran Air Mancur - Silang Monas Selatan.

 

 

 

 

 

View this post on Instagram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdiri di sisi kiri adalah Alejandro Agag, CEO FIA Formula E, dan yang di sisi kanan Alberto Longo, Co-Founder dan CCO FIA Formula E. Kami berfoto bersama di lintasan balap Formula E di Brooklyn, New York, sesaat sebelum bendera start dikibarkan. Pembahasan tentang Jakarta cukup panjang. Bukan karena alot, tapi karena sama-sama semangat. Bahkan, tak terasa waktu berjalan cepat: kita berdiskusi dan saling lempar ide hingga lebih dari 3 jam dan baru berhenti karena sudah ada aba-aba bahwa pertandingan akan dimulai. Kitapun lalu bergegas ke lintasan balap. Ini momen 13 Juli kemarin, usai mencapai kesepakatan untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota host Formula E 2020, kami bersama meninjau lintasan balap dan diakhiri kita foto bersama itu. Sepanjang menyusuri lintasan, mereka mengenalkan dengan tim peserta dan pembalapnya. Beberapa pembalap kenamaan ada disana. Saat kami menyapa, mereka semua sudah berjajar siap masuk ke mobil. Formula E adalah ajang balap mobil elektrik (E-Prix) pertama di dunia. Dengan tujuan memperkenalkan mobil listrik dan mengurangi emisi karbon melalui balapan yang serupa Formula 1, dilakukan di jalur jalanan dalam kota. InsyaAllah Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk seri kejuaraan #FormulaE musim berikutnya, di tahun 2020. Ini akan menjadi Kejuaraan E-Prix pertama di Indonesia. Dari kajian awal atas rencana ini, E-Prix Jakarta berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi di ibu kota senilai 78 juta Euro. Diperkirakan 35 ribu penonton baik internasional dan domestik akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta Euro selama E-Prix berlangsung, baik di industri konsumsi, transportasi maupun akomodasi. Secara tidak langsung akan berdampak di sektor pariwisata kita juga ikut terangkat. Total nilai liputan media tentang Jakarta setara dengan 15 juta Euro. Jakarta akan menjadi sorotan dunia, liputan media asing menggaungkan nama Jakarta, Indonesia ke masyarakat dunia. Kita sejajar dengan kota-kota maju megapolitan lainnya. InsyaAllah, semua persiapan bisa berjalan lancar.....

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Syafrin menambahkan, Pemprov DKI masih melakukan sejumlah persiapan di beberapa titik jalanan yang akan digunakan sebagai lintasan Formula E. Hal ini dilakukan agar sarana dan prasarana sesuai dengan standar promotor.

Itu artinya, Pemprov DKI punya waktu kurang lebih satu tahun untuk mempersiapkan lintasan dan segala aspek pendukung ajang balapan Formula E. Sebab, Formula E musim 2019/2020 masih menyisakan beberapa jadwal balapan yang belum diisi. Beberapa di antaranya adalah pada 14 Desember 2019, 21 Mei 2020, dan awal Juni 2020. 

Jika nantinya Jakarta lolos sebagai tuan rumah, bisa pagelaran balapan mobil listrik itu akan bisa dimulai pada Juni 2020. Atau jika tidak, di musim selanjutnya yakni 2020/2021.

 

Mengutip dari Motorsport, perhelatan Formula E tidak memerlukan persiapan yang terlalu sulit. Spesifikasi sirkuit yang harus dipenuhi relatif ringan, yakni cukup menyediakan lintasan sepanjang 2,4 kilometer. Jarak ini jauh lebih ringkas ketimbang syarat untuk, misalnya, MotoGP yang harus memiliki panjang antara 4,2 sampai 4,5 km.

Jika dilihat dari segi lintasannya, Pemprov DKI tak memerlukan ongkos biaya yang terlalu mahal. Sebab tak seperti F1, mobil-mobil FE tak memakai ban dengan spesifikasi khusus. Belum lagi mobil-mobil yang bertanding di sana memang digerakkan dengan motor dengan sumber energi dari baterai (listrik). 

 

Rekomendasi