Duka Keluarga Hilang, Habibie Kini Sudah Bersama Ainun

Tim Editor

Habibie dan Ainun (Foto: Instagram @melaniesubono)

Jakarta, era.id - Kepergian Bacharuddin Jusuf Habibie membuat duka mendalam bangsa Indonesia. Pemerintah bahkan meminta masyarakat untuk memasang bendera setengah tiang selama tiga hari untuk memberikan penghargaan buat presiden ketiga RI ini.

Duka itu juga menyelimuti keluarga Habibie. Duka itu tampak saat proses pemakaman Habibie di Taman Makam Kalibata, Kamis (12/9/2019). Presiden Joko Widodo yang jadi inspektur upacara pemakamannya.

Pihak keluarga diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Ilham Akbar Habibie menjadi perwakilan keluarga kali ini. Suaranya tegas saat membacakan kenangan terakhir sang ayahanda. Tanpa ada nada lirih dan sesegukan.

Kata Ilham, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari sang ayah. Yaitu, cinta kepada sang istri, Hasri Ainun Habibie. 

Sembilan tahun lalu, BJ Habibie membasuh tubuh sang istri, Hasri Ainun Besari dengan air zam-zam saat proses pemakaman. 

Kini, Habibie menyusul sang istri. Dia dimakamkan di lahad, tepat di samping Ainun. Habibie di slot nomor 120, Ainun di slot nomor 121.

Sejak peninggalan Ainun, Habibie memang punya satu permintaan agar bisa dimakamkan tepat di sebelah belahan jiwanya. Jika tidak, Habibie tak mengizinkan Ainun dimakamkan di TMP Kalibata. 

Hari ini, pemerintah menepati janji terakhirnya kepada Habibie. 

"Ini satu hal yang menghilangkan duka kami. Mereka sekarang bisa satu, bersatu dalam akhirat, sesuatu hal yang didambakan oleh bapak semenjak ibu wafat," kata Ilham di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Ilham bilang, setiap malam Habibie tahlilan untuk Ainun. Sementara, setiap Jumat, Habibie akan selalu menyempatkan diri mengunjungi makam belahan jiwanya itu. 

"Bapak begitu setia, sampai wafat pun dikuburkan di sebelah. Insyaallah, mudah-mudahan mereka untuk selamanya bersama berdua di sisi Alla Swt, di surga, di akhirat, di alam baka," ungkapnya.


Proses pemakaman BJ Habibie (Anto/era.id)

Terpisah, kecintaan Habibie kepada Ainun juga diceritakan bekas ajudannya, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin. Cerita itu ketika Habibie tiba-tiba putar balik ke rumahnya saat dalam perjalanan untuk bertemu tamu negara.

"Pada suatu saat, Bapak itu sudah ditunggu oleh beberapa pejabat dari luar negeri, oleh beberapa utusan dari Amerika. Ada utusan dari beberapa negara," ujar Hasanuddin.

Saat telah konvoi iring-iringan mobil kepresidenan berangkat, tiba-tiba BJ Habibie meminta kembali pulang. 

"Begitu dalam konvoi 100 meter, beliau memerintahkan untuk kembali lagi. Kami kembali ke kediaman, kemudian Bapak lari ke meja makan dan Bapak lari minum kopi," tuturnya.

Hasanuddin sempat melayangkan protes kepada Habibie, karena menghentikan secara tiba-tiba iring-iringan mobil kepresidenan untuk secangkir kopi.

"Saya agak protes saya bilang, 'Bapak, kenapa Bapak tidak perintahkan saya untuk mengambilanya atau kami buatkan di Istana', 'Oh tidak, ini ibumu (Ainun) yang buat, saya harus menghormatinya. Kasihan Beliau sudah bangun pagi-pagi membuatkan secangkir kopi masa tidak saya minum'," ujar Hasanuddin menirukan jawaban Habibie.

Tag: selamat jalan bj habibie bj habibie sakit

Bagikan: