Langkah Mulan Jameela ke Parlemen Dijegal Protes

Tim Editor

    Mulan Jameela (Foto-foto: Instagram/mulanjameela1)

    Jakarta, era.id - Penyanyi Mulan Jameela yang merupakan caleg dari Partai Gerindra akhirnya berhasil lolos ke Senayan dan bakal dilantik pada 1 Oktober 2019 mendatang.

    Dia melenggang ke DPR setelah ada Surat Keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan adanya tindaklanjut dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan atas gugatannya terhadap Partai Gerindra.

    Keputusan KPU terkait lolosnya Mulan tertuang dalam Surat Keputusan KPU nomor 1341/PL.01.9-Kpt/06/KPU/IX/2019. Berdasarkan surat itu, Mulan akhirnya berhasil masuk ke parlemen menggantikan calon terpilih lain dari Dapil Jawa Barat XI, Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi yang kini sudah diberhentikan Partai Gerindra.

    Putusan KPU ini juga keluar karena didasari surat dari DPP Gerindra, yaitu surat bernomor 023A/BHA-DPPGERINDRA/IX/2019 tertanggal 11 September 2019 perihal penjelasan kedua soal langkah administrasi pelaksanaan putusan PN Jaksel nomor 520/Pdt/Sus.Parpol/2019 PN.Jkt.Sel.

    Kemudian ada juga, Surat Keputusan DPP Gerindra Nomor 004A/SKBHA/DPPGERINDRA/IX/2019 yang berisi pemberhentian keanggotaan sebagai langkah administrasi pelaksanaan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


    Diprotes

    Langkah Mulan ke parlemen itu mendapat sorotan dan protes dari sejumlah warga Garut, Jawa Barat yang termasuk dalam Dapil Jawa Barat XI. Sejumlah warga yang tergabung dalam Solidaritas Aktivis, Pemuda, dan Masyarakat Garut memprotes penetapan KPU tersebut.

    Koordinator Solidaritas Aktivis, Pemuda, dan Masyarakat Garut, Heri Rustiana menganggap KPU tidak konsisten dengan keputusan itu. Dia juga mempertanyakan dasar partai besutan Prabowo Subianto itu menggeser Ervin sebagai calon terpilih dan menggantikannya dengan Mulan Jameela.

    Tak hanya itu, Heri juga menduga ada pelanggaran etika dalam demokrasi terkait penggantian tersebut. Dirinya mengklaim, Ervin yang merupakan aktivis dari Kota Garut secara jelas meraup suara lebih banyak dari Mulan. Penggantian itu, bagi Heri tidak adil.

    "Ini tidak adil, KPU juga melakukan pelanggaran atas etika demokrasi, dan akan menjadi penilaian buruk bagaimana KPU bisa ditekan, dipelintir dan dimainkan," kata Heri dikutip dari Antara, Minggu (22/9).

    Partai Gerindra sendiri sudah memberi keterangan. Dikutip dari CNN Indonesia, masuknya Mulan ke DPR ini disebut Partai Gerindra sebagai langkah melaksanakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.


    Mulan Jameela bersama Ahmad Dhani dalam kampanye Prabowo


    Beberapa waktu yang lalu, Mulan bersama delapan caleg Partai Gerindra lainnya memang mengajukan gugatan ke pengadilan untuk ditetapkan sebagai calon terpilih dan untuk kemudian dilantik sebagai anggota DPR.

    "Betul, DPP Gerindra sudah melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan menyurati KPU yang kemudian KPU sudah mengeluarkan putusannya," ungkap anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade.

    Sementara, Fahrul Rozi yang juga ikut digantikan Mulan Jameela mengatakan dirinya malah belum tahu perihal tersebut. Jika memang Ervin dipecat dari Partai Gerindra, kata Fahrul, harusnya dialah yang menggantikan Ervin.

    Menurut Fahrul, suara Mulan berada di bawahnya. Namun, alih-alih menggantikan Ervin, Fahrul juga ternyata ikut dipecat. Parahnya, Fahrul tak tahu apa yang jadi dasar pemecatannya. "Saya juga tahu dari media (soal pemecatannya)," ungkap dia.

    Sehingga untuk meluruskan hal ini, Fahrul bakal mendatangi DPP Gerindra dan meminta klarifikasi atas pemberhentian dirinya sebagai kader.

    Sebelum menyeberang menjadi politikus, Mulan yang kini berusia 40 tahun lebih dikenal sebagai penyanyi dan melejit lewat grup duo 'Ratu' bersama Maia Estianty. Kemudian, dia keluar dari grup tersebut dan mencoba jalur solo karir.

    Perempuan bernama asli Raden Terry Tantri Wulansari ini kemudian mengikuti jejak Ahmad Dhani yang juga aktif di dunia politik sebelum dipenjara karena kasus ujaran kebencian. Lewat Partai Gerindra, dirinya kemudian mencoba peruntungan sebagai anggota legislatif.

    Selain Mulan, sebelumnya juga sudah ada 13 artis yang telah ditetapkan KPU dan bakal segera dilantik. Mereka adalah aktor Tommy Kurniawan dan mantan model Arzzety Bilbina dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Dari PDI Perjuangan, ada penyanyi Krisdayanti, Rieke Dyah Pitaloka, Rano Karno, dan Nico BP Siahaan atau yang lebih dikenal sebagai presenter Nico Siahaan.

    Partai Amanat Nasional (PAN) juga meloloskan tiga orang artis ke senayan. Mereka adalah komedian Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, penyanyi Desy Ratnasari, dan aktor Primus Yustisio.

    Kemudian ada juga Muhammad Farhan yang merupakan penyiar radio dari Partai NasDem, aktor Dede Yusuf Macan Effendi atau yang dikenal dengan Dede Yusuf dari Partai Demokrat, aktris Nurul Arifin dari Partai Golkar, dan aktris Rachel Maryam dari Partai Gerindra.

    Tag: pemilu 2019

    Bagikan :