Upaya Bongkar Nomor Anonim WAG 'Anak STM' Berujung Penangkapan

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Pengguna media sosial ramai-ramai segendang sepenarian menikmati fitur aplikasi Truecaller untuk mengkritik aparat. Aplikasi ini mendadak dibicarakan setelah dianggap bisa membongkar pemilik nomor anonim di balik viralnya grup WhatsApp 'Anak STM'.

Dengan Truecaller, warganet menduga, grup yang memuat percakapan tentang 'demo bayaran' itu adalah rekayasa polisi. Sebab mereka mendapatkan nama-nama yang identik dengan nama polisi, ketika mencari nomor ponsel di WhatsApp Group 'Anak STM' itu dengan Truecaller.
 

Baca Juga : Cara Truecaller Ungkap Nomor Anonim di WAG 'Anak STM'

Tapi Kepala Sub-Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Rickynaldo Chairul membantah hal tersebut. Menurutnya, kesalahan informasi itu terbukti dengan penersangkaan tujuh orang.

"Ini bukti tidak ada polri yang mengkreasi, seperti isu yang beredar," katanya, kemarin, dilansir dari Tempo.co.

Tujuh tersangka itu adalah kreator dan admin grup. Lima orang di antaranya masih remaja, sedangkan dua lainnya orang dewasa yang bekerja sebagai pedagang dan wiraswasta.

Karena itu, Rickynaldo menegaskan, Polri sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan WhatsApp Group itu. "Tidak ada Polri yang mengkreasi seperti isu yang beredar di media sosial," tegasnya.

Tangkapan layar WhatsApp Group STM berisi percakapan mengenai demo bayaran itu mulanya tersebar oleh beberapa akun yang diduga buzzer politik. Salah satunya, akun Twitter @OneMurthadha.

Baca Juga : Polisi Tegaskan Sosok Viral saat Demo, Bukan Pelajar

Warganet kemudian mencaritahu nama pemilik nomor-nomor yang tercantum di tangkapan layar tersebut menggunakan aplikasi Truecaller. Hasilnya, Truecaller memberi informasi nama pemilik nomor-nomor tersebut identik dengan nama-nama anggota polisi.

Rickynaldo mengatakan, tidak ada nomor anggota polisi dalam grup tersebut. Namun, Ia belum dapat memastikan kebenaran informasi yang ada dalam tangkapan layar grup WA yang tersebar di media sosial lainnya.

"Sedang kami dalami semua capture itu, kami belum bisa menjelaskan sekarang, karena hasil pemeriksaan digital forensik belum keluar," katanya.

Tag: berita hoaks

Bagikan: