Mereka yang Tergerak Usai Jepang Dihabisi Topan Hagibis

| 14 Oct 2019 13:11
Mereka yang Tergerak Usai Jepang Dihabisi Topan Hagibis
Warga terlihat membersihkan lingkungan. (Twitter/Efezinoxx)
Jakarta, era.id - Topan Hagibis yang melanda Jepang pada akhir pekan lalu telah meninggalkan luka mendalam untuk dunia. Namun, di tengah kabar duka ini masih ada oase yang menyejukkan kita semua.

Dahsyatnya Topan Hagibis tak mengalahkan besarnya relawan yang berbondong-bondong membatu masyarakat Jepang. Tanpa komando maupun instruksi, semua berangkat dari hati untuk membantu korban badai terkuat dalam 60 tahun terakhir, salah satunya adalah tim Rugby Canada.

Kemarin, usai Topan Hagibisi memporak-porandakan sejumlah wilayah di Jepang langit berangsur cerah. Pagi itu pukul 05.40 waktu setempat, tim Rugby Canada bersama-sama berjalan ke salah satu wilayah terdampak badai di Kamaishi. Mereka bersatu dengan para warga sekitar bahu-membahu melakukan pembersihan di wilayah terdampak.

Dalam sebuah cuplikan video yang diunggah oleh Rugby World Cup dalam akun Twitternya @rugbyworldcup, terlihat para anggota Rugby Canada bergotong royong membatu warga di tengah pembatalan pertandingan mereka. Topan Hagibis datang di saat Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby yang membuat sejumlah pertandingan terpaksa dibatalkan.

"Setelah pembatalan pertandingan mereka di Kamaishi, para pemain @RugbyCanada pergi membantu upaya pemulihan, menunjukkan nilai sebenarnya dari permainan," ujar Rugby World Cup pada (13/10).

"Pemandangan yang luar biasa dan brilian untuk dilihat dari tim".

Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Mereka yang Bertahan Hidup dari Topan Hagibis

 

Perwakilan Rugby Canada, Peter Nelson mengatakan mereka sebenarnya kecewa pertandingan dibatalkan, namun saat ini ada banyak hal yang lebih penting daripada rugby. "Ketika kami tiba disini, kami melihat rumah-rumah hancur, dan kami mencoba melakukan bagian kami meski sangat kecil, untuk membatu mereka sebisa mungkin," ujarnya, dikutip dari BBC.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh tim Rugby Canada telah mendapat beragam respons dari seluruh dunia, salah satunya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. "Semangat sejati dari tim Rugby Canada. Kami memikirkan korban dan semua warga Jepang yang terkena dampak topan dahsyat ini," ujarnya dalam akun Twitter @JustinTrudeau, Senin (14/10/2019).

 

Tindakan yang dilakukan oleh para pemain Rugby Canada ini sangat dihargai di Jepang. Salah satu warganet dalam akun @ludwigmoser1 mengatakan bahwa ia yakin tim Rugby Canada akan kembali ke Kamaishi di masa mendatang. Ia juga menyoroti kebaikan mereka yang disebutnya sebagai juara sejati.

Aksi kemanusiaan tim rugby ini merupakan satu di antara banyaknya relawan yang membantu upaya pemulihan Jepang. Mereka bergerak dan berbuat dalam senyap tanpa membonceng kepentingan apapun. Tak terkecuali personel Pasukan Bela Diri Jepang yang turut melakukan upaya penyelamatan sejak badai melanda Negeri Sakura. Lebih dari 100 ribu penyelamat, termasuk di antaranya 31 ribu pasukan tentara telah melakukan operasi penyelamatan dan membantu penduduk yang terdampar sejak fajar menyingsing.

Untuk diketahui, Topan Hagibis telah mendarat di Pulau Honshu utama Jepang sekitar pukul 19.00 waktu setempat pada Sabtu kemarin, dengan hembusan angin mencapai 216 kilometer per jam dan memicu gempa berkekuatan 5,7 Skala Ricther. Lebih dari 110.000 rumah tanpa listrik pada Minggu malam. Media lokal yang dikutip Al Jazeera menyebutkan setidaknya 35 orang tewas dan 11 orang masih hilang. 

Baca Juga: A Beautiful Madness Dari Topan Hagibis

 

Perdana Menteri Shinzo Abe segera mengadakan pertemuan darurat dengan para menteri terkait manajemen bencana ke wilayah terdampak. Abe menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang meninggal dan mengatakan pemerintah berupaya menyelamatkan mereka yang masih hilang dan mengungsi.

Topan Hagibis juga telah menyebabkan total 48 tanah longsor di 12 prefektur. Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan hujan tingkat tinggi, dan mengatakan bahwa volume hujan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Meski telah berlalu, namun bahaya dari topan ini masih membayangi warga Jepang.

"Masih ada peringatan di beberapa beberapa daerah pantai karena sungai-sungai masih meluap. Ini membuat sejumlah tanah longsor di beberapa tempat," ujar Wayne Hay dari Al Jazeera. Ia juga mengungkapkan jika pihak berwenang memberi lampu hijau bagi beberapa bendungan untuk mulai melepaskan air, hal ini akan menjadi bahaya yang berkelanjutan untuk orang-orang yang tinggal di hilir bendungan itu. 

"Air telah naik lebih tinggi dari kepala saya di rumah," kata Hajime Tokuda kepada AFP, seorang profesional keuangan yang tinggal di Kawasaki dekat Tokyo. Sementara itu, di Kota Higashi Matsuyama, para petani padi dan bunga telah menghitung kerugian mereka, dengan gudang-gudang penyimpanan hasil panen dipenuhi oleh air. "Kami tak pernah mengalami banjir seperti ini sebelumnya. Saya tidak tahu harus dimulai dari mana membersihkan kekacauan ini," ujar seorang petani yang menolak disebutkan identitasnya.

Tags : topan jebi
Rekomendasi