Dilema Politikus PKS di Antara Kursi DPR atau Wagub DKI

Tim Editor

Sandiaga Uno dan Ahmad Syaikhu (Twitter/@Syaikhu_Ahmad)

Jakarta, era.id - Pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD DKI periode 2019-2024 yang digelar dalam Rapat Paripurna hari ini (21/10/2019), menjadi gong pertanda proses pemilihan Wakil Gubernur DKI kembali berlanjut.

Panitia khusus yang merumuskan tata tertib (tatib) sudah selesai bekerja. Tahap selanjutnya adalah mengatur waktu rapat pimpinan gabungan (rapimgab) tentang pengesahan tatib dan pembentukan panitia pemilih (panlih).

PKS mengusulkan dua nama untuk kandidat Wagub, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Sampai sejauh ini, belum ada gejolak proses pemilihan dari kedua nama sampai Syaikhu dilantik menjadi anggota DPR RI.

Tapi sebenarnya, itu menjadi semacam dilema bagi Syaikhu. Politikus PKS Abdurrahman Suhaimi bilang, Syaikhu harus mengundurkan diri dari jabatan di parlemen jika tetap ingin menjadi calon Wagub definitif.

Keputusan tersebut harus sudah diambil Syaikhu saat panlih melakukan proses verifikasi nanti. Jika tak ingin melepas keanggotaan di DPR, Syaikhu tak akan dijadikan calon definitif.

"Berdasarkan tatib yang sudah disusun, nanti panlih akan bertanya lagi kepada calon wagub. Kalau memilih tetap menjadi calon definitif, maka (Syaikhu) harus mengundurkan diri," kata Suhaimi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

Namun jika Syaikhu menjadi calon definitif dan mengundurkan diri dari anggota DPR, belum tentu dia secara pasti menjadi orang nomor 2 di DKI. Sebab, calon lainnya, Agung Yulianto, punya kemungkinan mengalahkannya. Inilah perlu Syaikhu perhitungkan dalam dilema.

Sampai saat ini, Suhaimi melanjutkan, Syaikhu belum berkomunikasi kepada partai ihwal keputusannya untuk tetap maju di bursa Wagub atau tidak.

Baca Juga : DPRD Punya Urusan Mendesak, Pemilihan Wagub Jakarta Bisa Terganjal 

Sementara Partai Gerindra, sebagai partai yang berhak mengusulkan kandidat dalam proses pemilihan Wagub, tak terlalu ambil pusing soal gejolak calon Wagub yang PKS ajukan. Sekadar informasi, Gerindra bisa mengusulkan nama kandidat DKI 2 karena mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilgub DKI 2017 lalu.

"Siapa pun calonnya, kalau mekanismenya sudah disahkan bersama akan langsung dilakukan pemilihan. Kalau teman PKS enggak ada perubahan calon, silahkan dibawa ke Rapimgab," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif.

Tapi Gerindra berharap, Gubernur DKI Anies Baswedan sudah punya pendamping untuk membantu menjalankan pemerintahan di DKI, sebelum pergantian tahun. Syarif meminta agar Ketua DPRD mendorong percepatan pemilihan Wagub.

"Tatib tinggal diketok dalam Rapimgab agar calon (definitif) masuk. Tapi kan Rapimgab ada mekanismenya di DPRD. Saran saya, Pak Pras (Ketua DPRD DKI) juga harus mendorong Rapimgab yang sampai sekarang belum terlaksana," tutup Syarif.

Tag: pks cawagub dki jakarta

Bagikan: