Erick Thohir-Anies Rencanakan Integrasi Angkutan Umum di Jakarta

Tim Editor

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri BUMN Erick Thohir (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Pada bulan pertama bekerja, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo untuk memastikan percepatan, pengintegrasian sistem transportasi publik. 

Rencana ini dimulai sejak rapat terbatas pada 8 Januari lalu di Istana Negara. Hasilnya, pemerintah ingin mengelola transportasi yang lebih efektif untuk mengurai kemacetan dan mengurangi penggunaan mobil pribadi secara besar-besaran. 

Agar bisa mempercepat kerja 23 BUMN di bidang transportasi dan pergudangan demi mewujudkan instruksi Jokowi, Erick memulai koordinasi ke Pemprov DKI. Erick pilih Jakarta sebagai provinsi awal karena sejumlah sistem transportasinya sudah terintegrasi. 

Siang menjelang sore hari ini, Erick meluncur ke Balai Kota DKI untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan berjalan kaki dari Kantor Kementerian BUMN yang berjarak sekitar 300 meter. 


Menteri BUMN Erick Thohir berjalan kaki kembali ke kantornya dari Balai Kota (Diah/era.id)

Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit. Kepada Anies, Erick menyampaikan apa saja rencana pengintegrasian transportasi seperti yang diinstruksikan Jokowi. 

"Rencana pembangunannya pada transportasi umum. Jadi, kita akan mengintegrasikan antara kereta api dengan angkutan darat, sehingga bisa satu pengelolaan," kata Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Jadi, nantinya pengoperasian kereta api dengan Transjakarta dan angkutan kota (angkot) yang terintegrasi dengan sistem Jaklingko akan berada dalam satu sistem yang sama. 

Dengan demikian, masyarakat bisa menggunakan satu kartu untuk semua angkutan umum, baik yang dikelola oleh pemerintah pusat maupun daerah. 

Menambahkan, Erick bilang pemerintah pusat dan Pemprov DKI akan membentuk tim kecil yang bersifat ad hoc. Tugas mereka adalah merumuskan perencanaan sistem pengintegrasian, hingga pengelolaan tata ruang yang bakal digunakan. 

"Tim kecil ini untuk mengatur teknisnya, antara BUMN dan BUMD kita. Sesuai dengan arahan Pak Presiden, semua pengelolaan nanti diserahkan ke Pemprov DKI," kata Erick. 

Pertemuan antara pemerintah pusat dan DKI hari ini baru tahap awal. Makanya, skema pengintegrasian yang bersifat teknis belum bisa dikemukakan ke publik secara rinci. 

"Pada saat yang tepat baru kita bisa persentasikan total planningnya, agar tidak membingungkan masyarakat juga," tutup Erick. 
 

Tag: bumn kepemimpinan anies-sandi erick thohir megapolitan becak di jakarta

Bagikan: