Gajak Raja Thailand yang Gemar Pecat Pejabat Nakal

Tim Editor

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. (Twitter @tsukaharakenji)

Bangkok, era.id - Belum genap sebulan memecat selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi, yang dituduh tak setia, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn kembali memecat empat pejabat istana. Kabar pemecatan itu tersiar lewat pengumuman kerajaan Thailand.

Pada pengumuman pertama dua pejabat istana, yang diketahui bertugas sebagai penjaga kamar tidur, dipecat lantaran "perbuatan yang sangat keji" dan "perzinaan", yang menurutnya melanggar kode etik anggota istana, demikian dikutip Antara, Rabu (30/10/2019).

Kemudian pengumuman lainnya, dua pejabat militer juga ikut dipecat karena "teledor" dalam menjalankan tugas sebagai penjaga istana dan "berperilaku tak pantas, yang tak sesuai dengan jabatan dan gelar mereka."

Pangkat dan gelar keempatnya dicopot, menurut pengumuman tersebut. Pemecatan pada Selasa itu menyusul diberhentikannya enam pejabat istana pekan lalu, yang dituduh melakukan pelanggaran berat yang membahayakan layanan kerajaan.

Sejak menerima tahta seusai kematian ayahnya pada 2016, Raja Vajiralongkorn terbukti menjadi raja konstitusional yang tegas, salah satunya dengan melakukan pemecatan terhadap anggota istana yang nakal. Raja Vajiralongkorn juga turun tangan langsung menangani urusan kerajaan dan kekayaan yang melimpah, serta memindahkan dua unit militer dari tentara untuk dikendalikan sendiri.
 

Sebelumnya, pada Senin (21/10) raja yang kini berusia 67 tahun itu juga mencopot selir kerajaan yang disematkan kepada Sineenat Wongvajirapakdi, dalam sebuah pengumuman yang mengejutkan. Pencopotan itu terjadi hanya berselang beberapa bulan setelah menganugerahkan gelar resmi selir tersebut.

Sineenat Wongvajirapakdi dituding tidak "patuh" dan cemburu terhadap Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, yang dinikahi Raja Vajiralongkorn pada Mei beberapa hari sebelum penobatannya.

Raja kesepuluh dari Dinasti Chakri

Maha Vajiralongkorn merupakan raja kesepuluh dari Dinasti Chakri. Ia dinobatkan sebagai raja Thailand sejak 13 Oktober 2016 dan diberi gelar Rama X, demikian dikutip wikipedia.org.

Pria yang lahir di Istana Dusit, Bangkok, 28 Juli 1952 itu merupakan putra satu-satunya dari Bhumibol Adulyadej, Raja Thailand, dan Ratu Sirikit. 


Vajiralongkorn bersama kedua orang tuanya. (Foto diambil tahun 1952/Commons Wikimedia)

Pada tahun 1972, saat usianya masih 20 tahun, Raja Bhumibol memberinya gelar Somdech Phra Boroma Orasadhiraj Chao Fah Maha Vajiralongkorn Sayam Makutrajakuman. Gelar itu membuatnya menjadi Putra mahkota Thailand. 

Selain itu, ia juga bertugas di militer Thailand sebagai pilot helikopter. Vajiralongkorn ikut ambil bagian dalam operasi militer penumpasan Partai Komunis Thailand pada dekade 70-an, dan juga memimpin kontak senjata dalam sengketa perbatasan dengan Kamboja.

Setelah kematian ayahnya pada 13 Oktober 2016, ia diprediksi akan menjadi penerus takhta kerajaan Thailand meskipun harus menunggu masa berkabung selesai. Ia kemudian menerima kekuasaan pada 1 Desember 2016, tetapi belum akan dimahkotai secara resmi hingga kremasi dari ayahnya selesai dilakukan.


Raja Bhumibol dan Vajiralongkorn Putra Mahkota bermain saxophone pada 1957. (Foto: Commons Wikimedia)

Tag: thailand

Bagikan: