Episode Baru Drama Penyerangan Novel Baswedan

Tim Editor

Ilustrasi (Ilham/era.id)

Jakarta, era.id - Drama kasus penyiraman air keras penyidik KPK, Novel Baswedan memasuki babak baru. Alih-alih pelakunya terungkap, Novel malah dituduh merekayasa kasus penyerangan keji tersebut. Ia dipolisikan oleh seorang wanita bernama Dewi Tanjung.

Dewi berasumsi berdasarkan banyaknya kejagalan dalam insiden penyiraman itu, mulai dari bentuk luka hingga dampak dari penyerangan orang tak dikenal kepada Novel Baswedan. "Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban tapi tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi usai melakukan pelaporan di Polda Metro Jaya.

Bahkan, menurut mantan pesinteron itu, kejanggalan kasus Novel juga terlihat dari reaksinya disiram air keras. Dewi yang katanya sudah mempelajari ciri-ciri orang terkena air keras menilai harusnya Novel guling-gulingan saat disiram oleh pelaku. "Orang kalau tersiram air panas itu reaksinya tidak berdiri tapi akan duduk jatuh terguling, itu yang saya pelajari," ujarnya.


Infografik (Ilham/era.id)

Novel terancam jeratan Pasal 26 ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menanggapi komentar Dewi, Anggota Tim Advokasi Novel, Alghiffari Aqsa menilai laporan Dewi Tanjung tidak jelas atau berdasar. Bahkan, disisi lain juga muncul dugaan bahwa politikus PDIP itu bermaksud mengirim opini masyarakat agar tak lagi mendukung upaya pengusutan kasus penyiraman air keras. Munculnya dugaan itu, berdasarkan waktu pelaporan yang dinilai bersamaan dengan desakan masyarakat atas penerbitan Perppu KPK dan momen menjelang diungkapnya sosok tersangka dibalik kasus Novel.

"Sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa laporan ini dilakukan saat ini mengingat kasus ini sudah berjalan hampir 3 tahun," kata Alghiffari Aqsa dalam keterangan resminya.

Tim hukum Novel pun mengancam balik Dewi. "Akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan," tegas Alghiffari.

Kepolisian pun mempersilahkan tim advokat Novel untuk melaporkan balik mantan Caleg PDIP itu. "Nanti tentunya harus ada pendukung yang dibuat, yang dibawa baru nanti dilaporkan ke Polda atau ke Polres tentunya nanti disana ada tempat konsultasi. Dikonsultasikan dulu ada piket serse disana konsultasi seperti apa yang dia laporkan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara, soal laporan Dewi Tanjung terhadap Novel Baswedan dengan dugaan merekayasa insiden penyiraman, Argo menyebut tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus masih mendalaminya dan mempelajarinya sesuai standart operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Rentetan pemeriksaan atas dugaan itu, seperti pemeriksaan pelapor, saksi, hingga saksi ahli, dan mencari barang butki harus dipenuhi. Nantinya, jika semua unsur telah terpenuhi barulah penyidik menggelar perkara kasus tersebut guna mencari atau menentukan ada tidaknya unsur pidana.

"Kalau memenuhi unsur pidana kita naikan status jadi tingkat penyidikan. Tapi kalau tidak memenuhi unsur pidana, perkara tersebut nanti kita hentikan," pungkas Argo.
 

Tag: novel baswedan

Bagikan: