Gerindra Ajukan Nama Baru Calon Kandidat Wakil Gubernur DKI

Tim Editor

Mencari penganti Sandiaga Uno (Instagram @Aniesbaswedan)

Jakarta, era.id - Proses pemilihan calon Wakil Gubernur DKI masih mandek dan tak kunjung terlaksana. Fraksi Partai Gerindra yang ada di DPRD Jakarta pun mulai geregetan dibuatnya. 

Apalagi dua kandidat calon Wakil Gubernur DKI yang telah diusungnya bersama PKS, yakni Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu tak kunjung dipilih. Gerindra pun kembali menyodorkan nama lain.

"Benar kita usulkan. Jadi, dari PKS ada, dari kita ada," tutur Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik, Kamis (7/11) malam. 

"Pertimbangannya, kita berpikir (proses pemilihan wagub) macet gini, jangan-jangan figur yang diajukan kurang diterima DPRD, atau komunikasi (tak berjalan baik). Ya sudah, lah, kita ajukan," lanjut dia.

Enggak tanggung-tanggung, Gerindra sampai usulkan empat nama sekaligus. Tiga di antaranya adalah kader partai, yakni Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, dan Sekjen Gerindra Ahmad Riza Patria. 



Orang keempat yang diusulkan Gerindra cukup mengejutkan. Dia adalah Sekretaris Daerah DKI Saefullah. ASN dengan pangkat paling tinggi se-DKI ini sudah menjabat sebagai Sekda sejak tahun 2014, lalu jabatannya diperpanjang oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga memasuki pensiun tahun 2024.

Kalau soal menunjuk kader partainya sendiri untuk jadi kandidat Wagub, itu hal yang lumrah. Tapi, Taufik perlu menjelaskan secara khusus alasan Gerindra turut mengusulkan nama Saefullah. 

"Kita kan objektif. Kalau menurut kita ada yang memadai dari luar (partai), kita terima juga. Sekda kan mumpuni lah jadi Wagub," ucap dia. 

Meski begitu, Taufik mengaku belum meminta kesediaan Saefullah untuk maju sebagai kandidat Wagub DKI menggantikan Sandiaga Uno yang telah mengundurkan diri sejak Agustus 2018 lalu. 

Sebagai informasi, proses pemilihan wagub sampai saat ini masih jalan ditempat. Meskipun alat kelengkapan dewan (AKD) DKI sudah dibentuk, tak ada kelanjutan proses pemilihan karena DPRD sedang sibuk mengejar pembahasan anggaran. 

Proses penentuan wagub sampai saat ini mandek di pengaturan jadwal rapat pimpinan gabungan (rapimgab) pengesahan tata tertib (tatib) dan pembentukan panitia pemilihan (panlih) dua kandidat wagub. 

Tag: mencari pendamping anies baswedan gerindra dprd jakarta

Bagikan: