Selamat Menyaksikan Fenomena Transit Merkurius Malam Ini

Tim Editor

Ilustrasi fenomena Transit Merkurius. (Jonny Lindner/Pixabay)

Jakarta, era.id - Peristiwa planet Merkurius melintasi piringan Matahari dan sejajar dengan Bumi atau dikenal dengan Transit Merkurius akan terjadi pada hari ini, Senin 11 November 2019, sekitar pukul 19.00 WIB atau 07:00 am EST. Fenomena alam ini sebelumnya terjadi sekitar tiga tahun lalu atau tepatnya 9 Mei 2016.

Ilmuwan NASA Alex Young mengatakan pihaknya sangat bersemangat karena pada 11 November terjadi lagi Transit Merkurius yang termasuk langka karena hanya terjadi sekitar 13 hingga 14 kali dalam satu abad.

"Jadi ini lumayan jarang terjadi, dan cukup menarik bagi astronomi," ujar dia dalam akun Instagram resmi NASA Goddard, seperti dikutip Antara, Senin (11/11/2019).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

On November 11th, planet Mercury will transit the Sun. Transits happen when an object moves in front of the star that it's orbiting — in Mercury's case, this occurs only 13 or 14 times a century! . If you want to view the transit of Mercury, watch our near-live satellite feed at go.nasa.gov/MercuryTransit, or NASA scientist Alex Young has a few tips! . It's never safe to look directly at the Sun, so make sure to use safe solar viewing glasses if you're watching outside. You can also use a specialized solar telescope or solar viewing binoculars — never a regular telescope or binoculars. It is NOT safe to use solar viewing glasses in combination with a telescope or binoculars. More safety tips and methods for safe solar viewing at eclipse2017.nasa.gov/safety. For more information, visit: go.nasa.gov/MercuryTransit

A post shared by NASA Goddard (@nasagoddard) on



Ilmuwan Young menjelaskan, transit merupakan peristiwa jika sebuah planet bergerak di depan bintang yang diorbitinya. Transit yang akan terjadi nanti akan memperlihatkan pergerakan Merkurius selama 45 menit dengan latar belakang korona Matahari akan dapat dilihat mulai sekitar pukul 19.00 WIB (1200 UTC), sebelum akhirnya terlihat melintas di depan Matahari. 

Transit akan terjadi setidaknya selama 5,5 jam, berakhir pada saat planet tersebut meninggalkan piringan Matahari sekitar 1806 UTC, berlanjut bergerak keluar melalui korona sekitar 30 menit.

Penduduk bumi akan dapat melihat planet terdekat dengan Matahari tersebut saat transit terjadi, meski hanya tampak seperti noktah sangat kecil. Dan pada transit di bulan November ini Merkurius sedang berada di perihelion atau titik terdekat dengan Matahari dan menanjak dari selatan ke utara.

Walaupun Merkurius mampu mengorbit Matahari setiap 88 hari namun peristiwa transit ini menjadi penting karena tidak setiap saat dapat dilihat, mengingat orbitnya tidak selalu sejajar dengan Bumi.
 

Transit Merkurius sebelumnya terjadi pada 8 November 2006 dan 9 Mei 2016. Meski tergolong peristiwa langka, namun transit planet terdekat dengan Matahari ini lebih sering terjadi ketimbang Transit Venus yang terjadi hanya sekitar dua kali dalam satu abad.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto mengatakan, Transit Merkurius ini menjadi ajang pembuktian teori, ajang untuk pengukuran berketelitian tinggi, ajang untuk kalibrasi besaran yang pernah ditentukan sebelumnya. Salah satunya, menurut dia, untuk menghitung jarak Bumi ke Matahari.
 

Tag: pencurian dana nasabah bri fenomena alam

Bagikan: