Transit Merkurius Jadi Pembuktian Teori-Teori Atronomi

Tim Editor

Transit Merkurius (Twitter @airandspace)

Jakarta, era.id - Malam ini mulai pukul 19.00 WIB hingga Selasa dini hari (12/11) langit akan dihiasi dengan penampakan fenomena Transit Merkurius. Peristiwa itu menjadi alat pembuktian teori-teori astronomi terkait orbit planet-planet di sistem tata surya Bimasakti hingga mengukur jarak Bumi ke Matahari.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto membenarkan bahwa fenomena Transit Merkurius menjadi salah satu ajang pembuktian teori, ajang untuk pengukuran berketelitian tinggi, ajang untuk kalibrasi besaran benda langit yang pernah ditentukan sebelumnya.
 

Rhorom juga mengatakan peristiwa transit planet terdekat dengan pusat tata surya itu juga dapat digunakan untuk mengukur jarak Bumi ke Matahari, demikian seperti dikutip Antara, Senin (11/11/2019).

Jika Rhorom mengatakan pengamatan proses transit cukup penting dalam model perhitungan orbit benda langit, dan dapat membuktikan kebenaran teori relativitas umum Einstein tentang ruang waktu yang melengkung oleh benda bermassa besar seperti Matahari, maka NASA menyebut peristiwa yang terjadi hanya 13 atau 14 kali dalam satu abad tersebut penting dalam perkembangan teori-teori dalam astronomi.

Teori Kepler yang menggunakan bentuk elips untuk orbit planet ternyata lebih baik dibanding teori Ptolemaic. Teori Kepler sekaligus membantu memperbaiki ukuran sistem tata surya.

Transit Merkurius dan Venus dapat terjadi karena keduanya merupakan planet yang mengorbit antara Matahari dan Bumi. Dengan menggunakan teori bulatan panjang untuk mendeskripsikan orbit planet maka Kepler mampu memprediksi peristiwa Merkurius dan Venus akan sejajar dengan Bumi dan Matahari.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

On November 11th, planet Mercury will transit the Sun. Transits happen when an object moves in front of the star that it's orbiting — in Mercury's case, this occurs only 13 or 14 times a century! . If you want to view the transit of Mercury, watch our near-live satellite feed at go.nasa.gov/MercuryTransit, or NASA scientist Alex Young has a few tips! . It's never safe to look directly at the Sun, so make sure to use safe solar viewing glasses if you're watching outside. You can also use a specialized solar telescope or solar viewing binoculars — never a regular telescope or binoculars. It is NOT safe to use solar viewing glasses in combination with a telescope or binoculars. More safety tips and methods for safe solar viewing at eclipse2017.nasa.gov/safety. For more information, visit: go.nasa.gov/MercuryTransit

A post shared by NASA Goddard (@nasagoddard) on



Sedangkan teori Ptolemaic yang menggunakan orbit bundar tidak mendapatkan akurasi yang dibutuhkan untuk mengetahui peristiwa Transit Merkurius dan Venus itu.

Pada 1627, Kepler dapat memprediksi Transit Merkurius akan terjadi pada 7 November 1631. Dan astronom Prancis Pierre Gassedi mampu melihat titik kecil berwarna hitam bergerak di depan Matahari pada hari itu melalui Observatori Paris.

Transit Merkurius dan terutama Venus digunakan untuk mengukur jarak antara Bumi dan Matahari, angka yang sekarang ini diketahui 149.597.870.700 meter atau 92.75 juta mil.

Tag: tata surya fenomena alam

Bagikan: