Hati-Hati Intoleran Bisa Naik Kasta Jadi Radikal

Tim Editor

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Jakarta, era.id - Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), intoleransi masyarakat pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi masih cukup tinggi. Jika terus dibiarkan, menurut penggiat Antiradikalisme Haidar Alwi, intoleran bisa menjadi ancaman bahaya, bahkan naik level jadi tindakan radikal.

"Hati-hati betul kalau kita ingin melihat anak cucu kita ke depan makin tentram, maka kita jangan biarkan satu orang pun bersikap intoleran, karena tinggal diprovokasi sedikit saja bisa menjadi radikal," kata Haidar Alwi dalam sebuah diskusi di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (14/11).

Di Indonesia ini, kata dia, berdasarkan survei begitu banyak orang yang bersikap intoleran, dan hal itu harus menjadi perhatian bersama agar tidak membahayakan bangsa di kemudian hari.

Baca Juga : Setop Islamophobia Menggema di Sidang PBB


Infografik (era.id)

"Kalau dibiarkan, begitu mereka berkumpul, frustrasi, dikasih senjata atau dikasih kemampuan untuk menjadi teroris, jadilah mereka," kata dia.

Haidar mengajak agar masyarakat tidak lengah membiarkan intoleransi berkembang, dan juga jangan terprovokasi ikut menjadi intoleran, radikal bahkan teroris.

"Tidak ada gunanya berpikir radikal, enggak ada gunanya berpikir intoleran, negara kita Pancasila, negara yang semua masyarakatnya, semua agama bisa hidup damai tentram," ucapnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahayanya radikalisme, menurut dia, perlu banyak literasi dan informasi yang sampai ke masyarakat, melalui berbagai cara, salah satunya dengan kegiatan diskusi seperti yang digelar Forum Jurnalis Merah Putih tersebut.

Baca Juga : Indeks Kerukunan Beragama Turun, Apa Penyebabnya?

Forum itu ikut membuka fakta tentang radikalisme, mendalaminya, hingga menyebarkan informasi kepada masyarakat, bahwa aliran radikalisme tersebut adalah ancaman nyata bagi bangsa.


Infografik (era.id)

Tag: jaga toleransi

Bagikan: