Ketua DPR Dukung Hanura Islah

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Zakiyah Rizki Sihombing/era.id)

Jakarta, era.id - Setelah beberapa pekan bersitegang, kedua kubu di Partai Hanura akhirnya memilih islah. Rujuknya kedua kubu ditengarai usai Pendiri Partai Hanura Wiranto, turun gunung menyelesaikan konflik di internal partainya.

Rapat yang dipimpin Wiranto di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu, memutuskan bahwa struktur kepengurusan Hanura yang dipimpin Oesman Sapta Odang (OSO) kembali ke hasil Munaslub tahun 2016.

Kabar rekonsiliasi dari Hanura berembus ke Senayan. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur mendengar kabar itu. Menurutnya, segala konflik yang terjadi di parlemen maupun di internal partai harus segera dihentikan, agar semua fraksi di DPR fokus bekerja.

Alhamdulillah, akhirnya Hanura bisa menemukan jalan damai, itulah yang kita harapkan menjelang tahun politik ini. Jangan ada lagi keributan-keributan internal partai yang bisa merusak kerja-kerja pemerintah,” ujar Bamsoet di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Saat ini, kata Bamsoet, pemerintah membutuhkan ketenangan dalam bekerja. Untuk itu, ia berharap konflik di internal partai politik segera selesai. Karena menurutnya, hal itu berpengaruh terhadap kinerja pemerintah, utamanya DPR.

“Sekarang ini kedua kubu sudah tidak ada lagi (islah). Saya ucapkan selamat buat Hanura, sekarang ini kita kerja saja bagi rakyat,” tandasnya.

Konflik internal ini terjadi ketika DPP Partai Hanura memecat Oesman Sapta Odang sebagai Ketua Umum karena dianggap sewenang-wenang dan meminta mahar politik Pilkada 2018. 

Menyikapi itu, Oesman balik memecat Sekjen Partai Hanura Sarifuddin Sudding dan menunjuk Sekjen baru Herry Lontung Siregar.

Untuk menguatkan pemecatan Oesman, 27 DPD melakukan Munaslub yang digelar di Kantor DPP Partai Hanura. Wiranto sempat mengirimkan pesan WhatsApp berisi dukungan sebelum Munaslub ini diselenggarakan. Munaslub ini kemudian memutuskan Daryatmo menjadi ketua umum dan Sarifuddin Sudding sebagai Sekjennya.

“Pemerintah butuh ketenangan, parlemen butuh keteduhan, sebab kalau kemarin masih bertikai, maka kami juga di parlemen yang repot. Karena masing-masing kubu mengakui dia yang sah dan mengklaim saling mengganti beberapa unsur pimpinan dari Hanura di Parlemen,” pungkas Bamsoet.


 

Tag: hanura bambang soesatyo oesman sapta odang

Bagikan: