Rokat Tasek: Ritual Larung Sesajen yang Diganti Tabur Benih Ikan

Tim Editor

Tradisi Rokat Tasek di Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Rokat Tasek, ritual pengungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan biasanya diwarnai lelarungkan sesaji ke laut. Namun kali ini tampak berbeda. Penyelenggara Rokat Tasek di Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, itu mengganti sesaji itu dengan menabur benih ikan.

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi bilang, meski diganti dengan kegiatan melepaskan benih ikan ke laut, maksud dari kegiatan itu tetap sama yaitu wujud rasa syukur.

"Ini kan tradisi untuk bersyukur. Rasa syukur dan meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sudah kita panjatkan melalui doa bersama tadi," kata dia saat akan melepas benih ikan ke laut pada Rokat Tasek di Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, seperti dikutip Antara, Minggu (24/11/2019).

Pelepasan 2.000 benih ikan kakap di laut itu juga simbol untuk mengajak para nelayan menjaga keberlangsungan laut. "Kami berharap para nelayan menangkap ikan yang besar-besar saja, sementara itu ikan yang kecil-kecil dilepas saja dulu," kata dia.

Menurut dia sudah tiga tahun belakangan Pemerintah Daerah Sumenep mendukung kegiatan Rokat Tasek yang biasanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Tradisi tersebut sudah dilakukan masyarakat pesisir Sumenep beratus-ratus tahun lalu dan setiap tahun tempat pelaksanaannya berbeda-beda.
 


Menurutnya melalui festival tersebut dapat menyadarkan masyarakat bahwa betapa penting potensi maritim Sumenep dalam mengangkat harkat martabat nelayan Sumenep.

Selain itu juga diharap dapat meningkatkan kelestarian lingkungan dan tentunya melestarikan budaya Rokat Tasek yang sudah memadukan budaya lokal dengan nuansa Islam.

Tag: dosa dosa negara kepada kebudayaan

Bagikan: