Seniman Sebut Anies Budeg Soal Revitalisasi TIM

Tim Editor

Radhar Panca Dahana (Gabriella Thesa/era.id)

Jakarta, era.id - Puluhan seniman yang menamakan diri sebagai Forum Seniman Peduli TIM mengadukan soal revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) ke Komisi X DPR RI. Ini merupakan upaya terakhir mereka dalam menyampaikan aspirasi untuk menghentikan sementara proyek tersebut.

Ketua Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana mengatakan, sebelum mendatangi Komisi X, dia sudah pernah mengadu ke DPRD DKI Jakarta. Selain itu juga sudah mengajak bicara Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan PT Jakpro selaku pelaksana proyek.

"Kita sudah bicara dengan anak buahnya, deputinya, Sekdanya, Jakpro, kita ke DPRD, tapi Gubernur budeg! Enggak mau dengar," ujar Radhar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Radhar mengatakan, para seniman ini sebenarnya hanya ingin berdialog dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait revitalisasi TIM. Tapi tak pernah diberi kesempatan, malah belakangan kompleks TIM ditutup dengan bedeng.

Dia mengaku gerakan #SaveTIM sudah berjalan selama tiga bulan lebih sejak revitalisasi TIM dimulai oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Pergub nomor 63 Tahun 2019, yang memberi kewenangan kepada BUMD Pemprov DKI Jakarta, PT Jakpro untuk melakukan revitalisasi dan mengelola TIM.

"Kalau orang bikin sekolah baru karena runtuh dikasih alternatif, ini enggak dikasih alternatif sama sekali, dia berdiskusi pun tidak, dia baru jadi Gubernur kemarin, ini jadi seniman sudah 50 tahun lebih, kok enggak dianggap, ini arogansi yang sangat luar biasa," kata sastrawan ini.


Bioskop TIM (Diah/era.id)

Dia menegaskan mereka sebenarnya tidak menolak revitalisasi TIM, hanya saja mereka tak setuju dengan konsep komersialisasi yang direncanakan secara tersirat oleh Pemprov DKI Jakarta. Hal itu diperparah dengan komunikasi yang buruk antara jajaran Anies dan seniman-seniman di TIM.

Lebih lanjut, pria 54 tahun ini berharap kedatangan para seniman di Komisi X hari ini bisa ditanggapi dengan baik. Minimal, katanya, sebagai badan eksekutif pusat bisa memberikan sanksi kepada Anies.

"Saya ingin mendapatkan satu action, suatu keputusan yang jelas, katakanlah memberi sanksi atau apa kepda pihak-pihak yang telah melakukan penghinaan atau pembunuhan terhadap kebudayaan. Itu Komisi X yang kita harapankan," paparnya.

Sementara Ketua Komisi X Syaiful Huda mengaku pihaknya sudah mendangar dan akan memperjuangkan aspirasi para seniman TIM ini. Dia mengatakan dari kesimpulan pertemuan tadi memang ditemukan cacat prosedural dalam proyek revitalisasi tersebut. Antara lain, kata Syaiful, ada beberapa regulasi yang tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, Komisi X setuju jika revitalisasi TIM dihentikan sementara hingga ada kejelasan prosedural dan kompromi antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut dan para seniman.

"Ini penting dan kenapa Komisi X juga peduli, karena tim ini tidak hanya menjadi ikon DKI, tetapi tim ini sudah menjadi ikon bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Syaiful.

Selain itu, Syaiful mengatakan, Komisi X akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, DPRD DKI Jakarta, dan PT. Jakpro yang diposisikan dalam Pergub nomor 63 sebagai pelaksana dari pembangunan atau revitalisasi TIM.

"Hari ini surat saya tanda tangan, langsung dilayangkan ke Mas Anies, semoga secepatnya bisa direspon oleh gubernur," pungkasnya.

Diketahui, revitalisasi TIM terus berlanjut hingga kini memasuki tahap II, Gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta III pun sudah diruntuhkan untuk dibangun.

Rencananya, Jakpro akan membangun tempat tinggal seniman sebanyak 200 kamar yang disebut mereka sebagai Wisma Seni dari Lantai 8 sampai 14, di bawahnya akan ada ruang teater, perpustakaan, dan Pusat Dokumentasi HB Jassin.

DPRD Jakarta telah mendorong Pemprov DKI dan Jakpro tak terus melanjutkannya, anggaran pembangunan hotel sebesar Rp400 miliar juga telah dipangkas dalam KUAPPAS menjadi Rp 200 miliar.

Namun, Revitalisasi TIM ini tetap dilanjutkan karena APBD DKI tahun 2019 sudah disetor dan revitalisasi ditargetkan rampung tahun 2021.
 

Bagikan: