Kematian Kobe Bryant Lahirkan RUU di California, Kok Bisa?

Tim Editor

Kobe Bryant. (Twitter @kobebryant)

Jakarta, era.id - California akan mengusulkan RUU pidana hingga denda bagi masyarakat yang menyebarkan foto korban kecelakaan maupun korban meninggal lainnya ke ruang publik. Inisiasi ini muncul saat foto jasad Kobe Bryant tersebar tanpa izin keluarga dan menimbulkan kemarahan besar.

Usulan RUU itu diperkenalkan oleh Mike Gipson dengan judul “Invasion of Privacy: First Responders”. Rancangan RUU ini berupa kejahatan dari seseorang yang menyebar foto mayat pertama kali yang diambil dari TKP untuk tujuan lain selain investigasi. 

Jika RUU itu disahkan, maka para pelaku penyebar foto kecelakaan akan diberi hukuman maksimum satu tahun penjara dan denda 5.000 dolar AS atau sekitar Rp75 juta.

Pada bulan Maret, Sheriff Country Los Angeles, Alex Villanueva telah memerintahkan banyak deputi yang mengambil foto mengerikan dari lokasi kejadian kecelakaan agar menghapus seluruh foto tersebut dari perangkat pribadi mereka. Hal ini disebabkan salah seorang petugas dari departemennya dituduh menyebarluaskan foto jenazah ke publik.

“Kami telah berkomunikasi tanpa syarat pasti bahwa perilaku itu tidak bisa dimaafkan. Maksudku orang-orang berduka karena orang-orang yang mereka cintai. Agar hal itu melebihi apa yang telah mereka lalui tidak masuk akal. Dan, untuk berpikir bahwa ada anggota departemen kami yang akan terlibat dalam hal itu,” kata Villanueva, dikutip dari The Hollywood Reporter, Kamis (7/5/2020).
 


Villanueva juga menambahkan pihaknya masih belum mengetahui siapa pelaku dari penyebaran foto tersebut. Apakah dari deputi hukum atau deputi lainnya.

Sebelumnya pihak keluarga mendiang legenda NBA itu, yang diwakili oleh Vanessa Bryan mengaku kecewa dan marah atas tersebarnya foto-foto kecelakaan hingga jenazah suaminya. Dia diwakili oleh pengacaranya untuk menuntut pertanggungjawaban atas insiden tidak mengenakan itu.

“Kami menuntut agar mereka yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan yang dituduhkan ini menghadapi disiplin sekeras mungkin dan agar identitas mereka terungkap, untuk memastikan bahwa foto-foto tersebut tidak disebarluaskan lebih lanjut,” kata Gary C. Robb, pengacara keluarga Bryant.

Pada 26 Januari 2020, legenda NBA Kobe Bryant dan anak perempuannya Gianna tewas bersama 7 penumpang lainnya akibat kecelakaan helikopter yang ditumpanginya. Kecelakaan itu terjadi di wilayah Calabasas, California sekitar 30 mil barat laut Los Angels.

Tag: nba

Bagikan: