Virus Korona Baru Akan Jadi Seperti HIV atau Ebola

| 14 May 2020 15:37
Virus Korona Baru Akan Jadi Seperti HIV atau Ebola
Ilustrasi (SCMP)
Jakarta,era.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kemungkinan virus korona baru tidak akan pernah hilang dari muka bumi.

Ketika melakukan briefing pada Rabu (13/5/2020), Direktur Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan memperingatkan supaya masyarakat tidak mencoba prediksi kapan virus akan hilang. Ia menambahkan jika vaksin sudah ditemukan, pengendalian juga masih membutuhkan upaya besar-besaran.

"Kali ini ada virus yang menulari populasi manusia untuk pertama kali. Karena itu, sulit rasanya diprediksi kapan kami bisa atasi masalah tersebut," kata Ryan pada konferensi pers virtual di Jenewa yang dikutip dari BBC pada Kamis (14/5/2020).

"Virus bisa saja jadi endemik di kehidupan kita dan virus ini mungkin tidak akan pernah hilang" lanjutnya sambil mencontohkan virus HIV yang hingga kini juga tak bisa hilang.

Saat ini sudah ada lebih dari 100 vaksin potensial dalam pengembangan, tetapi Ryan mencatat ada penyakit lain, seperti campak, yang masih belum bisa dimusnahkan walaupun ada vaksin sendiri.

Dr Ryan tidak percaya pada siapa pun yang dapat memprediksi kapan COVID-19 dapat hilang. Ia juga mengatakan untuk kembali keadaan normal membutuhkan waktu yang sangat lama sekali.

Sedangkan DIrektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan kemungkinan untuk mengendalikan virus dengan berbagai upaya.

"Usaha ada di tangan kita, dan itu urusan semua orang. Kita semua harus berkontribusi untuk menghentikan pandemi ini," katanya.

Tedros memperingatkan bahwa tidak ada kepastian kebijakan lockdown dapat mengurangi penyebaran atau mencegah gelombang kedua COVID-19.

"Banyak negara ingin keluar dari langkah-langkah yang berbeda. Tapi rekomendasi kami tetap waspada di negara mana pun harus pada tingkat setinggi mungkin," ujar Tedros.

Sementara itu, PBB telah memperingatkan pandemi menyebabkan tekanan yang luas dan berpengaruh pada kesehatan mental, terutama di negara-negara miskin.

PBB juga mendesak pemerintah untuk menjadikan kesehatan mental sebagai bagian dari tanggapan mereka secara menyeluruh.

 

Tags : covid-19
Rekomendasi