Tak Ada 'Uang Baru' di Lebaran Tahun Ini

Tim Editor

Penyedia jasa penukaran uang cetakan baru (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Hari Raya Idulfitri adalah momentum memberikan sedekah dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada orang yang kita sayangi. Baik itu adik, keponakan atau sepupu. Sudah menjadi tradisi kalau sedekah dan THR Lebaran dalam bentuk pecahan uang baru.

Namun, tahun ini tradisi tersebut kemungkinan akan menghilang. Apalagi penyebabnya kalau bukan pandemi global virus korona baru dan adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar, juga larangan mudik.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, untuk tahun ini BI tidak lagi menyediakan layanan penukaran uang melalui kas keliling di hari-hari jelang lebaran. Praktis, masyarakat tak bakal menemukan mobil keliling milik BI di pasar tradisional atau di Silang Monas.

"Sudah tidak di lokasi atau mobil keliling, karena COVID-19," ujar Onny kepada era.id saat dihubungi, Sabtu (23/2/2020).

Meski demikian, Onny mengatakan, masyarakat bisa menukar uang pecahan kecil melalui loket bank. Tahun ini BI menyiapkan 3.742 titik penukaran di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 344 kantor cabang di Jabodetabek dan 3.398 kantor cabang bank di luar wilayah Jabodetabek.

Layanan penukaran uang pecahan kecil ini, kata Onny, BI bekerja sama dengan dengan perbankan seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan kantor bank. Kebijakan ini dilakukan dengan memerhatikan kebijakan pemerintah, yaitu PSBB.

Onny menyebut, tahun ini terjadi penurunan dalam menyiapkan uang tunai layak edar. Tahun lalu BI menyiapkan Rp217,1 triliun untuk penukaran uang tunai jelang Idulfitri.


Ilustrasi uang (Foto dokumentasi era.id)

"Tahun ini BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp157, 9 triliun untuk melayani kebutuhan perbankan dan masyarakat menjelang Idulfitri," ucap Onny.

Jumlah kebutuhan uang tunai (overflow) tahun ini, kata Onny, juga menurun. Dia memaparkan, tren kebutuhan uang selama 5 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan tercermin dari jumlah outflow yang terus naik. Untuk penukaran uang selama 5 thn terakhir, kata dia, rata-rata sebesar Rp3,21 triliun.

"Sementara untuk penukaran uang tunai saat ramadan mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu Rp3,74 triliun berdasarkan data sampai 15 Mei 2020," papar Onny.

Sebagai informasi, kata Onny, bahwa jumlah penukaran uang tunai selama ramadan tahun 2019 sebesar Rp3,64 triliun. "Kebutuhan uang pecahan kecil (UPK) di bulan ramadan dan Idulfitri selalu meningkat," tuturnya.

Selain di loket bank, warga juga bisa memanfaatkan e-commerce untuk menukar uang. Para pelapak menawarkan fee penukaran yang beragam mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 200.000 tergantung jumlah penukarannya. Pengiriman hanya berlaku di dalam kota dengan kurir ojek daring.

Tag: bank indonesia

Bagikan: