Pesan Rekan Kerja untuk Novel

Tim Editor

Pesan Rekan Kerja untuk Novel (Foto: Suriaman/era.id)

Jakarta, era.id - Kepulangan penyidik senior KPK Novel Baswedan disambut suka cita seluruh karyawan dan pimpinan KPK. Salah seorang karyawan KPK, Harun Al Rasyid memberikan pesan kepada Novel agar berhati-hati ketika berada di rumah.

"Akan banyak calon politisi mencoba mendekatimu datang ke rumahmu, hati-hati," Harun di Gedung Merah Putih KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018). 

Dia mengatakan, sejak peristiwa penyiraman air keras pada April tahun lalu, seluruh pegawai KPK selalu memanjatkan doa untuk kesembuhan Novel.

"Pesan dari teman-teman, aturlah waktumu. Harus melakukan pengobatan lagi," tambahnya.

Usulan Dibentuknya TGPF

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua KPK Abraham Samad meminta seluruh pegawai KPK tak ciut nyali memberantas korupsi setelah peristiwa pilu yang dialami Novel.

"Apa yang menimpa Novel tidak boleh sedikitpun menciutkan nyali," ucap Abraham.

Abraham juga meminta pimpinan KPK untuk segera mengusulkan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mencari pelaku penyerangan Novel.

"Kami minta pimpinan KPK segera mengusulkan ke Presiden Indonesia untuk membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) karena saya sangat yakin dalam rentang waktu 10 bulan dan pelaku belum ditemukan, tidak ada jalan lain selain satu-satunya jalan mengungkap dan menemukan pelaku penyerangan Novel adalah dibentuk TGPF," kata Abraham di gedung KPK Jakarta, seperti dikutip Antara.

Ditambahkan Abraham, pembentukan TGPF bukan hanya untuk kasus yang dialami oleh Novel, namun juga dapat diterapkan kepada pegawai KPK lainnya ataupun aktivis antikorupsi yang mengalami hal serupa.

"Karena saya yakin, bila tidak dibentuk (TGPF), kasus Novel akan berlalu begitu saja seperti yang dialami pegawai KPK lain dan aktivis antikorupsi lain, jadi harus sesegera mungkin pemerintah membentu TGPF karena ini satu-satunya cara untuk menemukan pelaku penyerangan Novel," kata Abraham.


(Infografis: era.id)

Tag: kpk novel baswedan korupsi bakamla

Bagikan: