Hoaks, Mantra Para Penipu

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Rahmad Bagus/era.id)

Jakarta, era.id - Beberapa tahun belakangan ini, istilah hoaks populer di Indonesia. Kata hoaks berasal dari hoax yang berarti berita bohong. 

Ternyata, kata hoaks bukan baru-baru ini tercipta. Istilah itu sudah muncul sejak ribuan tahun lalu. Dan hoaks pertama yang tercatat sejarah adalah cerita tentang karakter mistis Drummer of Tedworth pada 1661. Namun, saat itu istilah hoaks disebut warga sebagai informasi palsu. 

Hoaks baru mulai dikenal pada abad 18. Hal itu diungkapkan ahli bahasa dari Inggris Robert Nares. Dia berkata, kata hoaks berasal dari kalimat hocus yang berarti untuk mengelabui.

Sedangkan, kata hocus berasal dari mantra sulap Hocus Pocus yang asalnya masih diperdebatkan. Dari kalimat itu, dipersingkat dan menghasilkan kata hoaks yang saat ini kita kenal.

Terminologi hoaks sempat digunakan untuk menceritakan sebuah mitos atau legenda urban dan sebuah rumor. Profesor bidang legenda urban dari Amerika Serikat, Jan Harold Brunvand mengatakan, mitos atau legenda urban tersebut memiliki kekurangan bukti dan fakta atas cerita yang terbangun di masyarakat, karena cerita tersebut diturunkan ke beberapa generasi, akhirnya dipercaya sebagai sebuah mitos.

Penyebaran hoaks itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cerita fiksi dari teman ke teman atau dari mulut ke mulut, selebaran, hingga menggunakan media sosial seperti yang terjadi sekarang. Ini yang membuat penyebaran hoaks jadi lebih cepat dan menjangkau banyak orang.

Saat ini, perkembangan internet menjadi penyumbang besar atas kemudahan penyebaran hoaks. Hoaks jadi lebih mudah tersebar karena dimuat di situs berita palsu dan jejaring media sosial menggunakan konsep pesan berantai

Hoaks dalam bahasa Indonesia berarti berita bohong. Kata hoaks telah diresmikan menjadi kosakata baru versi KBBI V. Lema (istilah kata atau frasa masukan dalam kamus) tersebut terdaftar di KBBI sebagai bahasa serapan yang menjadi hoaks, penambahan lema tersebut atas usulan dari tim redaksi KBBI, karena penggunaannya sudah sangat umum.


Infografis (Rahmad Bagus/era.id)

Tag: era melawan hoaks

Bagikan: