Cara Kerja Media Sosial dalam Penyebaran Hoaks

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Hilda/era.id)

Jakarta, era.id - Ada berbagai macam alasan orang menyebar hoaks. Mulai dari motif finansial, motif politik hingga motif pembunuhan karakter, yang ujung-ujungnya juga politis.

Setidaknya, tiga motif itulah yang terpetakan dalam penelitian Trend Micro Research yang berjudul The Fake News Machine: How Propagandists Abuse The Internet and Manipulate The Public, sebagaimana dibahas dalam artikel Memetakan Alasan Orang Menyebar Hoaks.

Selain mendalami motif para penyebar hoaks, mencari tahu strategi mereka pun rasanya jadi penting. Mengacu pada fenomena hoaks sebagai komoditi bisnis, dapat dilihat bahwa strategi utama para penyebar hoaks di masa kini adalah pemanfaatan media sosial.

Terbukti, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat 796.237 laporan terkait konten ilegal di media sosial sepanjang tahun 2017.

Jika dipetakan platform to platform, Facebook adalah platform paling banyak digunakan untuk menyebar konten hitam dengan catatan 237 aduan. Setelahnya adalah Instagram, 217 aduan. Jumlah aduan paling rendah adalah Twitter dengan 53 aduan.

Berangkat dari fakta di atas, era.id kemudian mencari tahu karakteristik dari Ketiga platform media sosial di atas.

Facebook

Secara umum, tema yang digunakan dalam penyebaran hoaks melalui Facebook cenderung tak terbatas. Alasannya, algoritma Facebook akan memposisikan konten dengan jumlah like, share dan komen terbanyak di posisi teratas dalam newsfeed.

Selain itu, Facebook juga memiliki wadah, yakni fitur grup dengan aksesibilitas yang apik yang memungkinkan pengelola dan anggota grup saling berbagi beragam jenis konten, seperti video, grafis, hingga polling.

Twitter

Pemanfaatan Twitter sebagai sarana penyebaran hoaks dilakukan dengan cara melakukan kicauan sebanyak mungkin. Dalam sejumlah kasus, para penyebar hoaks menggunakan bots untuk mendorong penyebaran masif konten ilegal.

Selain menggunakan bots, cara lain yang biasa digunakan para penyebar hoaks adalah melakukan jual beli akun. Akun-akun tersebut biasanya mereka gunakan untuk memposting konten-konten yang telah disesuaikan dengan isu yang mereka rancang. Tujuannya, sebisa mungkin menjadikan konten rancangan mereka trending topic.

Instagram

Karakteristik sebaran hoaks di Instagram hampir sama dengan Facebook. Bedanya, Instagram mengedepankan kekuatan konten-konten visual seperti meme, grafis, foto ataupun video.


Infografis (era.id)

Tag: era melawan hoaks berita hoaks

Bagikan: