Susi 'Colek' Freeport soal Lingkungan

Tim Editor

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (Foto: era.id)

Timika, era.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mencolek PT Freeport Indonesia untuk ikut membantu upaya pelestarian sumber daya laut Indonesia. Permintaan itu disampaikan Susi saat meluncurkan program budi daya kepiting yang jadi bagian dari CSR Freeport di Timika.

Bagi Susi, program budi daya kepiting yang diterapkan Freeport sangat menarik karena budi daya dilakukan dengan memanfaatkan keranjang plastik sebagai medium budi daya. Nah, emang dasar Susi. Ia tak begitu saja juga terlena dengan konsep yang diusung Freeport.

Susi tahu betul, budi daya kepiting dengan medium keranjang plastik hanya dapat bertahan selama empat tahun. Makanya, Susi mempertanyakan, setelah empat tahun, mau diapakan itu seluruh limbah plastik.

"Nah, setelah empat tahun menjadi limbah, diapakan ke depannya?" ucap Susi dilansir dari Antara, Selasa (20/3/2018).

Yang jelas kata Susi, jangan sampai seluruh sampah plastik berakhir di laut. Makanya, Susi meminta Freeport mencari solusi untuk program CSR-nya ini. Bagaimana memastikan seluruh limbah plastik tak berakhir jadi sampah laut.

Saat ini, Indonesia telah menjadi negara nomor dua penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, setelah China yang ternyata lebih kurang ajar karena berhasil menempati tempat pertama sebagai negara yang menyumbang sampah lautan terbesar di dunia.

Masalah ini jadi sangat mengkhawatirkan Susi. Ia membayangkan, kalau masalah sampah laut ini tak juga dibereskan, bisa-bisa laut Indonesia lebih banyak diisi sampah ketimbang ikan. Amit-amit, deh!

“Hampir 160 ton plastik kita buang ke laut. Suatu hari nanti, lebih banyak plastik daripada ikan di laut Indonesia ... Ini juga menjadi perhatian saya karena setelah berkeliling tadi di Merauke, saya lihat banyak kanal penuh dengan botol air mineral. Saya yakin di sekitar desa Mimika juga sama,” katanya.

Tag: sampah pemerintah caplok freeport susi pudjiastuti

Bagikan: