Kerusuhan di Penjara-penjara Dunia

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Hingga berita ini ditulis pada 20.48 WIB, peristiwa masih berlangsung. Pemutakhiran terhadap peristiwa masih sangat mungkin dilakukan. Versi aktual dari peristiwa ini dapat kamu ikuti di sini: Kerusuhan di Mako Brimob.


Situasi terkini di luar perimeter Mako Brimob (Foto: Melisa/era.id)



Jakarta, era.id - Hari ini, mata dunia internasional tertuju pada Indonesia. Pemberontakan narapidana di Mako Brimob jelas bukan kerusuhan biasa. Lima polisi plus satu narapidana terorisme tewas dalam peristiwa tersebut.

The Straits Times, media asal Singapura, sejak pagi hari waktu setempat telah mempublikasikan kabar pemberontakan napi teroris di Mako Brimob dengan judul "Inmate and police officers killed during standoff at maximum security lock-up outside Jakarta".

Dalam berita yang diperbarui 28 menit lalu --terhitung sejak artikel ini ditulis, The Straits Times mengangkat tewasnya sejumlah personel kepolisian dan situasi mencekam penuh pengamanan yang menaungi wilayah Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Pemberontakan sendiri dipicu oleh masalah makanan. Seorang terpidana terorisme membuat keributan karena makanan kiriman keluarganya tertahan di tangan petugas jaga. Ia kemudian membuat keributan, berteriak dan memukul-mukul tembok rutan untuk menagih makanan tersebut.

Selasa (8/5) malam, 21.30 WIB, kerusuhan pecah. Para tahanan berhasil merebut senjata laras panjang setelah menjebol teralis besi dan menguasai ruang amunisi di gedung tahanan. Baku tembak antara narapidana dan petugas yang terdiri dari Densus 88 dan personel Brimob pun terjadi.


Infografis "Kronologis Kerusuhan Mako Brimob" (Retno Ayuningtyas)



Baca Juga : Catatan Kerusuhan di Mako Brimob

Dari peristiwa itu, enam nyawa melayang. Lima polisi, satu teroris. "Ini (penembakan perusuh) tindakan tegas dan terukur dari polisi," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol M Iqbal ditemui di lokasi, Rabu (9/5/2018).

Kini, pemberontakan narapidana di Mako Brimob jadi catatan kelam sejarah dunia tentang kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di penjara-penjara dunia, membuntuti sejumlah peristiwa lain yang pernah terjadi. Berikut daftarnya:

1. Anisio Jobim Penitentiary Complex, Manaus, Brasil Utara (2017)

Kerusuhan ini berawal dari perebutan kekuasaan dua geng di dalam penjara. Mereka berkelahi dalam durasi amat panjang, sejak siang hingga pagi keesokan harinya.

Kerusuhan meluas hingga menewaskan 56 korban jiwa. Selain itu, otoritas mengatakan, sebanyak 112 narapida berhasil kabur saat kerusuhan terjadi, 12 sipir penjara disandera, meski tidak ada satu pun yang terluka.

2. Attica Prison Uprising, New York, Amerika Serikat (1971)

Pemberontakan para narapidana dalam kasus ini dipicu oleh penderitaan mereka selama berada di dalam penjara. Mereka kemudian melakukan aksi protes untuk menuntut kehidupan layak. Protes yang semula berjalan aman langsung terbakar jadi kerusuhan setelah terbunuhnya George Jackson di San Quentin State Prison.

Sebanyak 2.200 narapidana terlibat dalam kerusuhan tersebut. Mereka berhasil menguasai penjara dan menyandera 42 penjaga dan staf penjara.

3. CERESCO State Prison, Chihuahua, Meksiko (2009)

Seperti peristiwa di Anisio Jobim Penitentiary Complex, kerusuhan di Meksiko ini juga dipicu oleh perang antargeng. Kerusuhan yang semula tak begitu luas berubah jadi begitu besar ketika para narapidana menyerang petugas dan merebut kunci sel-sel tahanan.

Bermodal kunci tersebut, para perusuh kemudian membuka beberapa pintu sel dan membebaskan 170 tahanan. Menurut laporan, kerusuhan tersebut membunuh 20 orang dan melukai 15 lainnya.

4. Uribana Prison, Barquisimeto, Venezuela (2013)

Peristiwa di Uribana Prison ini sejatinya mirip dengan kerusuhan yang pernah terjadi di Mako Brimob pada 10 November 2017 lalu. Saat itu, Densus 88 melakukan penggeledahan telepon genggam ke kamar-kamar sel narapidana. Para narapidana yang tak terima kemudian melakukan perlawanan, hingga kerusuhan pun pecah pada 16.00 WIB.

Dipicu masalah yang hampir sama, kala itu para narapidana Uribana Prison memicu kerusuhan setelah mendengar rencana penjaga melakukan penyisiran terhadap keberadaan senjata di dalam penjara. Dalam peristiwa itu, 61 orang tewas dan 12 orang luka-luka.

Tag: kerusuhan di mako brimob kerusuhan lapas teroris riset kami

Bagikan: