Peringatan 20 Tahun Reformasi dan Tragedi Trisakti

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi tragedi penembakan Trisakti (Rahmad/era.id)

Peringatan 20 tahun reformasi dan tragedi penembakan di Trisakti begitu erat kaitannya. Peristiwa ini benar-benar bikin amarah rakyat dan mahasiswa memuncak. Tindakan represif aparat keamanan makin menjadi. Meski sempat simpang siur jumlah korban, sejarah akhirnya mencatat, empat mahasiswa tewas tertembak. Serial panjang peringatan 20 tahun reformasi dari era.id masih terus berlanjut.

Jakarta, era.id - Selasa, 12 Mei 1998 lalu, pukul 10.30 WIB, Universitas Trisakti sudah dipenuhi oleh ribuan orang. Para mahasiswa, dosen, pejabat fakultas dan universitas serta karyawan berkumpul di pelataran parkir depan gedung M (Syarif Thayeb).

Acara mimbar bebas, diawali dengan aksi penurunan bendera setengah tiang yang diiringi lagu Indonesia Raya. Berlanjut dengan mengheningkan cipta sejenak sebagai tanda keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Semuanya berjalan baik meski aparat keamanan di luar gerbang terus bersiaga.

Massa kemudian meminta agar bisa long march ke Gedung DPR/MPR. Massa sempat tertahan di pintu gerbang Trisakti oleh pasukan yang sudah membuat barikade berlapis. Para mahasiswa yang sudah bercampur dengan warga ini akhirnya bisa berjalan ke luar kampus meski tertahan lagi di depan Pemkot Jakarta Barat. Mereka dihadang oleh polisi lengkap dengan tameng dan pentungan dalam dua barisan.

Menjelang sore, situasi mulai panas. Tidak tahu siapa yang memulai duluan, tapi ejekan antar dua pihak terdengar jelas. Benar saja, sejurus kemudian, tembakan gas air mata mendarat di sisi mahasiswa. Mereka langsung berlarian menuju kampus menyelamatkan diri. Dikumpulkan dari berbagai sumber, suara tembakan pada saat itu terdengar jelas.

Media-media keesokan harinya, menjadikan peristiwa ini sebagai headline mereka. Namun tidak ada yang menulis dengan pasti saat itu jumlah korban. Tapi belakangan kita tahu, Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur), Hafidhin Royan (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil), Hery Hartanto (Fakultas Teknologi Industri), dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi) tewas tertembak.


Infografis mahasiswa yang gugur dalam peristiwa penembakan Trisakti (Wildan/era.id)

Tag: peringatan 20 tahun reformasi menolak lupa tragedi trisakti

Bagikan: