20 Tahun Reformasi dan Pemakaman Korban Penembakan Trisakti

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi mahasiswa berduka

Situasi Jakarta mencekam. Ribuan mahasiswa tumpah ruah di TPU Tanah Kusir, mengantar jenazah dua rekan mereka yang tewas ditembak. Itulah gambaran suasana dalam negeri pada 13 Mei 1998, 20 tahun silam. Sejak 21 April 2018 lalu, era.id sudah bikin serial super panjang membahas khusus peringatan 20 tahun reformasi. Dan ini adalah seri yang terbaru...

Jakarta, era.id - Tanggal 13 Mei 1998, media nasional ramai-ramai memberitakan seputar tragedi Trisakti. Berbagai lapisan masyarakat yang mendengar kabar tersebut menyatakan dukanya. Posisi Presiden Soeharto makin terjepit.

Dilansir dari Harian Pikiran Rakyat terbitan 14 Mei 1998, sekitar 10 ribu mahasiswa mengawal pemakaman dua orang korban penembakan Trisakti, Hery Hartanto (Fakultas Teknologi Industri) dan Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) di TPU Tanah Kusir Jakarta. Mereka adalah dua dari empat korban penembakan Trisakti. Sisanya adalah Hafidhin Royan (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi).

Oleh rekan-rekan mereka, keempat orang tersebut dikenang sebagai pahlawan. Lagu "Gugur Bunga" mengalun menemani prosesi pemakamannya. Suasana terasa hening dipenuhi kesedihan dan rintihan lirih dari setiap yang hadir.

"Anakku... anakku," pekik ibunda Hery begitu jenazah anaknya tiba di liang lahat.

Area pemakaman seketika menjadi lokasi baru aksi mahasiswa. Namun tidak satupun terlihat sosok aparat keamanan. Cuma beberapa petugas CPM yang sigap mengakomodir aspirasi massa. Sesekali mereka mengatur lalu lintas dan dengan sabar merespon setiap pekikan mahasiswa.

Bukan cuma Tanah Kusir saja yang dirundung duka. Kesedihan juga merasuk ke berbagai pihak. Di Jakarta, stasiun radio swasta membuka saluran telepon dan faksimili untuk para pendengar yang ingin menyatakan dukanya terhadap tragedi Trisakti. Hari itu, lagu "Gugur Bunga" dan "Somewhere Out There" yang paling banyak di putar di radio. Bahkan semua radio swasta kompak menyebut empat orang korban tewas sebagai Pahlawan Reformasi.


Infografis korban penembakan Trisakti (Wildan/era.id)

Kampus Trisakti memanas

Warga yang tidak terima dengan penembakan mahasiswa terus berkumpul di kampus ini menggelar mimbar bebas. Situasi makin panas. Sebuah SPBU di depan kampus A Trisakti dibakar massa. Sepanjang pagi hingga sore, terdengar ratusan kali suara tembakan.

Jumlah aparat keamanan ditambah di lokasi ini, termasuk pantauan udara dari helikopter yang terus berputar-putar di langit Jakarta. Kawasan Grogol lumpuh total.

Kerusuhan bukan cuma terjadi di sini saja. Kawasan Glodok, Gajah Mada hingga Bendungan Hilir terkena imbasnya. Gedung BCA dilempari batu. Mesin ATM BCA di Benhil dirusak dan dijarah isinya.

Tragedi Trisakti pada akhirnya memicu kerusuhan massal di Jakarta dan sekitarnya. Toko-toko dan mal dirusak dan dijarah. Dalam seri berikutnya, era.id akan mengupas lebih lanjut kerusuhan yang jadi noda kelam negeri ini.


Serial khusus era.id Peringatan 20 Tahun Reformasi (Hilmy/era.id)


 

Tag: peringatan 20 tahun reformasi menolak lupa tragedi trisakti

Bagikan: