Terduga Teroris Ditangkap di Dekat Graha Pena

Tim Editor

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung di Mapolda Jatim (Wilson/era.id)

Surabaya, era.id - Densus 88 masih terus bergerak menyisir sel-sel teroris yang ada di kawasan Jawa Timur. Sekitar pukul 14.00 WIB, Densus berhasil menangkap terduga teroris di daerah Ahmad Yani dekat Graha Pena.

"Satu jam lalu ada penangkapan di daerah Ahmad Yani dekat Graha Pena," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Total ada delapan orang terduga teroris yang diamankan ditangkap Densus 88. Penindakan dilakukan mulai dari Sukodono, Sidoarjo hingga di Jembatan Merah, Surabaya. Operasi penangkapan ini digelar besar-besaran sejak peristiwa ledakan bom di tiga gereja, Minggu (13/5) kemarin.

Baca: Fakta yang Terungkap dari Bom Surabaya

Para terduga teroris ini jelas sudah punya rencana membuat kepanikan warga. Namun Barung menolak menjelaskan detail lokasi tujuan para terduga teroris ini.

Namun tidak semua orang yang ditangkap itu statusnya masih hidup. Dua orang terpaksa ditembak mati petugas karena berusaha melawan.

"Ada yang ditembak mati dikarenakan yang bersangkutan sesuai fakta di lapangan melawan anggota dengan apa yang dimilikinya," kata Barung.

Baca: Ironi Pelibatan Satu Keluarga dalam Serangan Bom Surabaya



Hingga pukul 15.45 WIB, jumlah korban tewas dalam peristiwa ledakan bom di tiga gereja, berjumlah 18 orang. Termasuk di antaranya enam orang pelaku. Lokasi penyerangan bom bunuh diri adalah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro dan Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pelaku bom bunuh diri terafliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Taulid (JAT). Yang miris lagi, semua pelaku peledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya adalah sebuah keluarga.

Para pelaku adalah Dita Oepriarto (kepala keluarga); Puji Kuswati (istri) dan empat anaknya FS (12 tahun), PR (9), Yusuf Fadil (18 tahun) dan FH (16). Kerusakan dan korban jiwa paling banyak terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya karena bom diletakkan di dalam mobil yang dikemudikan Dita.

Tag: teror bom di as bom surabaya

Bagikan: