Sidang PK Anas Tak Terkait Pensiun Artidjo

Tim Editor

Ilustrasi Artidjo (era.id)

Jakarta, era.id - Terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang, Jawa Barat, Anas Urbaningrum menjalani sidang peninjauan kembali (PK) perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Bungur Besar, Kamis (24/5/2018). Dalam kesempatan itu, Anas membantah bahwa pengajuan PK yang ia lakukan berkaitan dengan pensiunnya Hakim Agung Artidjo Alkostar.

Soal anggapan bahwa Anas takut dihadapkan pada Artidjo, hal itu pun dibantahnya. Anas bilang, biar bagaimana pun, Artidjo enggak akan mungkin menangani PK-nya. Sebab, kasasi yang dahulu pernah dilakukan Anas telah disidang oleh Artidjo. 

Baca Juga: Sidang Perdana PK Anas Dimulai

Jadi, sekalipun Artidjo enggak pensiun, Artidjo enggak mungkin pegang PK Anas. Begitu kira-kira. “Tidak ada hubungannya, karena perkara saya itu kasasinya dipegang oleh Pak Artidjo. Kasasinya dipegang Pak Artidjo, pasti bukan Pak Artidjo yang pegang PK, karena Pak Artidjo sudah pegang kasasi,” tutur Anas.

Kendati demikian, Anas tetap mengungkapkan bahwa PK yang dijalaninya ini didasari oleh putusan Hakim Agung Artidjo kala menangani kasasinya dan pada tahun 2015, di mana Anas dijatuhi hukuman 14 tahun penjara, dua kali lipat dari vonis yang dijatuhkan kepada Anas.

Anas yang menganggap vonis tersebut enggak adil kemudian memutuskan untuk mengajukan PK. "Jadi tidak ada kaitannya dengan masa tugas Pak Artidjo. Tapi memang ini terkait dengan putusan Pak Artidjo. Putusan yang buat saya tidak kredibel,” tambahnya.

Baca Juga: Menanti Hakim Agung Pengganti Artidjo Alkostar

Artidjo adalah hakim yang dikenal ganas yang telah menjatuhkan hukuman berat dalam sejumlah perkara korupsi. Pada 1 Juni 2018 mendatang, Artidjo akan resmi pensiun pada usianya yang menginjak 70 tahun. Salah satu persidangan yang ditangani oleh Artidjo adalah kasasi Anas Urbaningrum.

Artidjo memperberat hukuman terhadap Anas, setelah menolak kasasi yang diajukannya. Anas yang semula dihukum tujuh tahun penjara kini harus mendekam di rumah tahanan selama 14 tahun di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Anas terbukti telah menerima gratifikasi terkait proyek Wisma Atlit Hambalang, Jawa Barat. Anas juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5 miliar subsider satu tahun dan empat bulan kurungan. Anas juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara.


Infografis "Sepak Terjang Artidjo" (era.id)

Tag: korupsi hambalang korupsi bakamla partai demokrat

Bagikan: