Melihat Kembali Tuntutan Reformasi

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Demonstran di Jakarta pada 1998 (Reuters)

Jakarta, era.id - Direktur Eksekutif The Indonesian Public Institue Karyono Wibowo, mengatakan reformasi tak selalu diartikan sebagai tuntutan kebebasan berpendapat. Setidaknya ada beberapa tuntutan dari supremasi hukum sampai pemberantasan korupsi.

Mengenai penegakan supremasi hukum, Karyono mengatakan, pada era orde baru hukum berlaku tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Artinya, hukum kala itu tidak berlaku adil. Tercatat, sedikit kepala daerah yang terjerat kasus hukum, namun, hal itu tak menandakan Indonesia minim tindak korupsi.

"Di era Orde Baru, berapa banyak kepala daerah yang dipenjara? Tidak banyak. Kalaupun ada, sangat kecil. Tapi itu bukan berarti tidak ada korupsi yang terjadi," kata Karyono, ditemui dalam diskusi 20 Tahun Reformasi: Sudahkah Bangsa Menuju Perbaikan, di Jakarta Selatan, Minggu (27/5/2018). 

Soal pemberantasan KKN, Karyono mengatakan Indonesia masih stagnan. Praktik KKN masih banyak terjadi meskipun regulasi telah dibuat sedemikian kuat. Politik dinasti hingga saat ini juga masih belum bisa terhapuskan. 

Baca Juga: 23 Mei 1998, Mencari Obat untuk Krisis Moneter



Mengenai pengadilan terhadap Soeharto dan kroni-kroninya, kata Karyono, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang jelas.

"Tidak ada putusan pengadilan yang inkrah yang mengatakan Soeharto bersalah, justru kasus ini digantung," ujar Karyono.

Mengenai otonomi daerah, Karyono mengatakan, hal ini menimbulkan masalah baru dalam pemerintahan. Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya melahirkan penguasa-penguasa kecil baru di tiap daerah. Akibatnya, lahir kapitalisme dalam bentuk baru. 

"Potensi ekonomi yang ada di daerah dikuasi kartel politik yang tumbuh subur di tengah otonomi daerah. Terjadi persekongkolan antara elit politik dengan pengusaha lokal," terangnya. 

Secara keseluruhan, reformasi telah mendorong kehidupan di Indonesia lebih demokratis. Namun demikian, masih banyak hal yang perlu dibenahi. 

Baca Juga: 20 Tahun Lalu, Tidak Ada Kebebasan Berbicara

Tag: peringatan 20 tahun reformasi

Bagikan: