Tax Holiday Untuk Industri Bahan Baku Farmasi

Tim Editor

Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohanes/era.id)

Jakarta, era.id - Menko Perekonomian Darmin Nasution akan memberlakukan tax holiday kepada industri bahan baku farmasi guna menarik investor asing. Industri yang dimaksud adalah industri petrogen chemical dan industri kimia dasar.

"Itu yang kita berikan tax holiday, supaya mereka (investor bahan baku farmasi) mengembangkan industri hulunya di sini," kata Darmin kepada wartawan saat open house dalam rangka Hari Raya Idulfitri di rumah dinasnya, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Hal ini diberlakukan lantaran Indonesia mengalami defisit industri farmasi akibat jumlah impor bahan baku obat lebih banyak ketimbang ekspor obat ke luar negeri. Padahal, kata Darmin, industri farmasi Indonesia sudah banyak berkembang.

"Industri farmasi kita sudah banyak berkembang. Tetapi bahan bakunya masih banyak sekali impor. Padahal kita masih belum banyak yang di ekspor," jelasnya.

Darmin mengatakan, obat di Indonesia sudah diproduksi dalam jumlah yang sangat besar. Namun, kebanyakan obat tersebut dipakai untuk melayani kebutuhan kesehatan di Indonesia.

"Artinya, ada produksi yang sangat besar buat jaminan kesehatan sendiri di Indonesia, tetapi di saat yang sama, kita juga harus impor banyak," kata dia.

Diharapkan, dengan adanya industri bahan baku farmasi ini, jumlah impor bahan baku dapat ditekan.

"Ini semua yang sedang kita persiapkan agar kita bisa memperbaiki ekonomi dan neraca perdagangan kita," tandasnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75%

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajak Perdana Menteri India Narendra Modi untuk berinvestasi di berbagai bidang, salah satunya bidang farmasi. Bahkan, perjanjian kerjasama di bidang regulasi produk obat, bahan baku obat, produk biologi dan kosmetik pun sudah ditandatangani oleh Jokowi dan Modi.

Tag: pertumbuhan ekonomi

Bagikan: