Mengenal Sosok Kama Cappi, Demonstran Kaya Raya dan Unik di Makassar

Tim Editor

Kama Cappi saat berdemonstrasi di depan Pemprov Sulsel, Senin (12/4/2021) (Yusuf Yahya/ERA.id)

ERA.id - Di Makassar, ada seorang demonstran sekaligus mantan residivis, yang ikonik karena gemar memakai kuda mustang yang harganya mahal saat turun aksi. Namanya Ashari Setiawan atau yang karib disapa Kama Cappi.

Kama Cappi siang tadi memang berdemo di depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Jalan Urip Sumohardjo, Senin (12/4/2021).  Memakai pakaian rapi serta memakai kaca mata hitam, ia berorasi dengan megaphone atau pengeras suara sembari berada di atas kuda mustang cokelat miliknya.

Untuk diketahui, Kama Cappi adalah seorang mantan residivis yang dahulu sering melakukan aksi kriminalitas sebelum dirinya menjadi jebolan Universitas 45 (Universitas Bosowa) dari Fakultas Hukum dan melanjutkan sekolahnya hingga ke jenjang pasca sarjana (S2).

Berkat sepak terjangnya, namanya kini moncer. Semenjak mengomandoi organisasi anti korupsi serta berdemonstrasi, Kama Cappi jarang terlihat lusuh. Ia memang selalu tampil modis.

Bukan cuma kudanya saja yang mahal, kendaraannya juga mewah. Seperti punya Jeep Rubicon, Wrangler, mobil SUV premium, atau sedan. Pokoknya, banyak mobil yang dimilikinya.

Kama Cappi saat berdemonstrasi di depan Pemprov Sulsel, Senin (12/4/2021) (Yusuf Yahya/ERA.id)

 

Kasus Kama Cappi

Pria 46 tahun tersebut, sejak akhir dekade 1990-an, masyhur dikenal sebagai sebagai residivis kasus kriminal umum seperti kasus pencurian sepeda motor. Sudah delapan kasus dia disidang.

Pada medio 2000-an, hidup pria kelahiran Jeneponto ini lalu banyak berubah. Dia kuliah hukum, jadi mahasiswa pascasarjana, sambil memimpin organisasi Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak) Makassar.

Dari sana, ia banyak kenal elite pemerintahan, TNI, politisi, polisi, dan aparat hukum. Kehidupannya semakin berkembang saat ia jadi pengusaha tambang galian golongan C, dan pengadaan barang pada pemerintahan.

Soal kasus Kama Cappi, berikut daftarnya:

- tahun 2001, terdakwa kasus penganiayaan rekannya di Makassar,

- tahun 2002, terdakwa kasus pencurian motor curanmor dan dipenjara dua tahun,

- tahun 2004, terdakwa kasus kepemilikan obat terlarang jenis sabu, setahun bebas,

- tahun 2005, dua bulan setelah bebas, kembali tersangkut dengan curanmor,

- tahun 2006, terjerat kasus curanmor dan penadah motor curian dua kali,

- tahun 2008, Kama Cappi terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum pada Universitas Bosowa (eks 45) sekaligus kuliah ilmu sosial dan ilmu politik pada program pascasarjana di sana.

- 9 Desember 2008, ikut bergabung pada unjuk rasa peringatan Hari Anti Korupsi di flyover, Makassar dan bergabung sebagai pengurus HMI Cabang Makassar,

- 5 Maret 2009, Kama Cappi diburu polisi karena kasus penghasutan di depan publik sebagaimana dilaporkan politisi Partai Demokrat. Namun, dia ikut aksi pemberantasan korupsi BLBI dan Bank Century,

- 3 Maret 2010, pimpin aksi kasus Bank Cantury Rp 6,7 triliun di flyover dan Universitas Bosowa. Kama Cappi saat itu membawa babi putih bergambar Budiono. "Saya ini Sekretaris BEM Kampus. Aparat tak boleh masuk kampus," kata Kama Cappi, lalu keluarkan badik dan ancam personel Densus 88 Polda Sulawesi Selatan, Aipda Sutriman,

“Petugas itu dimaki-maki,” kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Adang Rochjana. Kama Cappi kemudian dikuntit polisi hingga ke sekretariat HMI Cabang Makassar, Jl Botolempangan. Dari penguntitan ini, Kama Cappi cs tutup Jl Botolempangan setelah rusuh di Mapolrestabes Makassar,

- 12 Maret 2010, Wakapolrertabes Makassar AKBP Andi Patawari, dalam jumpa pers, sebut Kama Cappi sudah delapan kali terjerat kasus hukum. Curanmor dan penganiayaan. “Makanya banyak bekas tembakannya,” kata Patawari,

- 28 Oktober 2013, pimpin sekitar 300-an pemuda dan mahasiswa demo kantor KPK di Jakarta. Ia meminta KPK mengusut kasus dugaan korupsi di PDAM Makassar yang diduga rugikan negara Rp 38 miliar. "Saya tak dibayar siapapun datang demo di Jakarta. Ini pakai uang pribadi saya," kata dia,

- 28 November 2016, saat suami ditahan di Mapolrestabes Makassar, Berlian (36), istri kedua Kama Cappi, didampingi penasihat hukumnya, Ardillah Dinasti, laporkan istri ketiga Kama Cappi, Nurjannah alias Lisa (31 tahun) kepada Polda Sulawesi Selatan. 15 Desember 2016, polisi jemput Lisa (31), di Bili Bili, Gowa. Lisa ditangkap atas kasus dugaan pencurian barang (BPKP mobil, sertifikat tanah, dan dokumen lain) milik Berlian, istri sah Kama Cappi, di rumahnya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar,

- 16 Januari 2017, sidang mulai bergulir. Kama Cappi dipindahkan ke Lapas Gunungsari. Kama ajukan permohonan tahanan kota. 4 Februari 2017, Majelis Hakim PN Makassar, Cening Budiana kabulkan permohonan pengalihan tahanan dari sel ke tahanan kota. “Terdakwa sudah damai dengan pelapor, jadi kita bebaskan,” kata Ibrahim Palino, Humas PN Makassar.

Tag: viral yang unik makassar biografi demonstrasi pemprov sulsel

Bagikan: