59 Tahun Lambang Tunas Kelapa, Apa Makna Filosofisnya?

Tim Editor

Emblem pramuka Penegak Bantara.

ERA.id - Lambang siluet tunas kelapa sangat identik dengan gerakan Pramuka yang pada Kamis (14/8/2020) merayakan hari jadi ke-59. Lambang ini bisa ditemukan di banyak hal yang ada sangkut pautnya dengan Pramuka, misalnya bendera, papan nama, hingga lencana kepanduan.

Menilik kembali sejarah lambang tersebut, kita akan menuju pada sebuah nama yaitu Soenardjo Atmodipurwo. Dia lah pencetus gambar tunas kelapa sebagai lambang gerakan kepanduan Pramuka. Ia dulunya adalah pegawai tinggi di Departemen Pertanian Ri yang juga adalah seorang pembina Pramuka.

Lambang tunas kelapa ini berumur sama dengan usia gerakan Pramuka. Ia mulai diperkenalkan ke masyarakat pada tanggal 14 Agustus 1961, ketika gerakan kepanduan ini diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno.

Kenapa Memakai Gambar Tunas Kelapa?

Barangkali latar belakang Atmodipurwo yang dekat dengan dunia pertanian bisa memberi sedikit insight Namun lambang ini sebenarnya punya banyak sisi filosofi.

Pertama, buah kelapa atau nyiur akan tumbuh menjadi cikal. Seorang anggota Pramuka diharapkan bisa menjadi cikal, atau pelopor, bagi generasinya.

Kedua, tunas kelapa bisa tahan hidup dalam waktu lama. Tidaklah sulit untuk menyimpan tunas kelapa. Begitu pula seorang Pramuka, ia memiliki jasmani dan rohani yang tangguh dan ulet.

Ketiga, pohon kelapa bisa tumbuh di mana saja. Di pinggir pantai, jajaran pohon kelapa terlihat asri. Di tengah kota, di tepi sungai pun pohon kelapa bisa tumbuh menjulang. Artinya, seorang Pramuka tak melihat di mana ia harus hidup. Pramuka melatih seseorang untuk bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya.

Keempat, pohon kelapa bisa tumbuh tinggi menjulang. Artinya, seorang anggota Pramuka tak hanya memiliki bakat dan keterampilan saja. Ia memiliki niat yang lurus untuk mencapai cita-citanya.

Kelima, pohon kelapa memiliki akar yang kuat. Alih-alih hanya “mengikuti arah angin berhembus”, seorang Pramuka memiliki karakter dan nilai-nilai yang menuntun hidupnya.

Keenam, bagian pohon kelapa, dari ujung akar hingga ke puncak pohon, memiliki manfaatnya masing-masing. Akar pohon kelapa bisa menjadi ramuan obat diare. Batang pohon kelapa kuat sebagai perabotan rumah tangga. Buah kelapa, tentu saja, nikmat disantap dan airnya segar. Sementara, daun kelapa bisa dipakai sebagai dekorasi. Aspek ini berarti seorang anggota Pramuka bisa memberi kegunaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Pramuka adalah singkatan dari praja muda karana, artinya generasi muda yang suka berkarya. Atmodipurwo dan pelopor kepanduan Indonesia barangkali menitipkan doa mereka lewat lambang tunas kelapa ini: jadilah cikal penerus bangsa. Jadilah pelopor bagi generasi muda.

Tag: sejarah nusantara

Bagikan :