Taman Satwa Taru Jurug Solo Direvitalisasi Gibran, 183 Pedagang Digusur

| 23 Sep 2022 22:45
Caption : Sudarmo (52) salah satu pedagang TSTJ yang terusir karena revitalisasi kebun binatang ini, Solo.

ERA.id - Pedagang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) memprotes pemindahan sepihak yang dilakukan oleh pengelola. Sebab mereka akan dipindahkan secara permanen karena kebun binatang kebanggaan warga Kota Solo ini akan dikonsep secara berbeda dan para pedagang ini tidak tertampung.

Di lokasi wisata ini totalnya ada sebanyak 183 pedagang. Mereka merasa terusir karena tidak bisa kembali lagi ke kebun binatang ini. ”Kami hanya diberitahu kalau mau dibangun. Tapi kami pikir bisa kembali lagi jualan di sini. Tapi ternyata kami dipindahkan permanen ke pasar tradisional,” kata Ketua Paguyuban Bakul Taman Jurug, Sarjuni, Jumat (23/9/2022).

Mereka merasa keberatan dengan solusi yang diberikan oleh pemerintah. Sebab para pedagang ini hanya menjajakan  dagangan makanan ringan khas makanan tempat wisata. Namun mereka dipindahkan ke pasar tradisional.

”Lha siapa yang mau beli. Apalagi kami ditempatkan di lantai 2 yang kondisinya sepi,” katanya.

Selain itu menurut mereka kebijakan pemindahan juga dilakukan secara mendadak. Mereka langsung diminta pindah saat TSTJ tutup pada 1 September 2022 lalu. Padahal mereka sudah berjualan di TSTJ selama lebih dari 40 tahun.

Dengan kebijakan yang sepihak ini, mereka berencana untuk bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan DPRD. Mereka meminta solusi yang lebih baik agar mereka tetap bisa berjualan.

”Kami pikir dulu hanya diperbaiki dan kami boleh tetap jualan lagi di sini. Tapi ternyata jami diminta pindah secara permanen,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan kebijakan dari Pemkot Solo. Sehingga tidak bisa berbuat banyak dengan persoalan ini.

Sebab untuk revitalisasi TSTJ ini menggunakan anggaran hibah dari pihak ketiga. Sehingga semua konsepnya sudah dimatangkan sebelumnya. Dalam rencana itu lokasi berjualan para pedagang ini tidak masuk dalam konsep.

”Kalau rencananya mereka tidak akan kembali ke sini pascarevitalisasi. Makanya mereka diberikan tempat di pasar tradisional supaya tetap bisa berjualan. Tapi kalau mereka punya aspirasi semacam ini, ya kami sampaikan ke Pemkot,” katanya.

 

 

 

 

Rekomendasi