Efisiensi, Adik Amran Sulaiman Malah Beli Mobil Lexus Rp2 Miliar, Ganti Plat Merah Jadi Putih

| 10 Apr 2026 05:02
Efisiensi, Adik Amran Sulaiman Malah Beli Mobil Lexus Rp2 Miliar, Ganti Plat Merah Jadi Putih
Mobil dinas Lexus LM 350H yang dipakai Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman.

ERA.id - Sehabis Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud menghebohkan publik karena membeli mobil yang sangat mahal lewat anggaran Pemprov Kaltim, hal senada kembali dilakukan Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman.

Lewat anggaran Pemprov Sulsel, adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini membeli mobil berjenis Lexus LM 350H. Mobil yang disediakan Biro Bagian Umum ini harganya berkisar antara Rp2,1 miliar hingga Rp2,6 miliar (OTR).

Uniknya, saat didapati teparkir di halaman rumah jabatan Gubernur Sulsel, mobil bernomor polisi DD 1430 XAA ini, pelatnya malah berwarna putih, bukan merah seperti yang biasanya digunakan aparatur negara untuk kendaraan dinas.

Dalam laman samsat, mobil ini dikenakan pajak Rp12.840.755. Itu belum termasuk biaya perawatan dan sebagainya, yang tentu saja membebani anggaran yang diambil dari pajak masyarakat Sulsel.

ERA pun mengonfirmasi ke Kepala Biro Bagian Umum, Suhartono. Katanya, benar kalau pihaknya membeli mobil itu. "Itu dikeluarkan di bulan September tahun lalu," singkat Suhartono.

Saat ditanya soal anggaran yang dikeluarkan Pemprov Sulsel, Suhartono meminta ERA mengklarifikasi lebih lanjut ke Diskominfo Sulsel.

Sementara Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Sulsel, Muhammad Salim Basmin mengakui jika mobil dinas itu adalah kendaraan dinas untuk Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman. 

"Mobil itu diadakan untuk pelayanan tamu VVIP Pemprov Sulsel atau Pejabat Negara. Terkadang digunakan oleh Pak Gubernur karena kendaraan dinas beliau biasanya dalam keadaan diservis, kendaraan dinas Gubernur sudah berumur lebih dari 6 Tahun," aku Salim. 

Saat ditanya soal mengapa pihaknya tak menyewa saja mobil untuk menjemput pejabat lain atau membeli mobil yang lebih murah dari Lexus itu di tengah gencarnya pemerintah efisiensi anggaran, Salim tak lagi menjawab.

Prabowo kesal?

Presiden RI, Prabowo Subianto sempat menyorot pengadaan mobil seperti yang dilakukan Rudy Mas'ud, sebab belanja seperti itu dianggapnya tidak produktif.

Seperti kesal, Prabowo bilang masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa, namun anggaran daerah justru digunakan untuk hal-hal di luar prioritas.

"Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tapi, okelah, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair," ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di kediaman pribadi Prabowo, Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis (19/3/2026).

Prabowo mengatakan pola belanja daerah saat ini masih belum efisien, termasuk dalam penggunaan anggaran untuk fasilitas pejabat.

"Banyak pejabat itu, menurut saya, ini tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, eh pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar,” kata Prabowo.

"Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta itu. Mungkin karena ini Presiden, ada antipeluru, mungkin jadi Rp1 miliar. Tapi, tidak sampai Rp8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi," kata Prabowo.

Mobil dalam negeri

Keluhan Prabowo tak sampai di situ, Kemarin, dia juga berpesan untuk semua pejabat daerah agar membeli kendaraan dinas dalam negeri saja, biar produksi mobil listrik dalam negeri tumbuh.

"Kita harapkan dari pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri di seluruh tanah air. Mensesneg catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri. Bus dan truk dan sebagainya. TNI juga suruh beli dalam negeri," kata Prabowo dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Rekomendasi