ERA.id - Selama berbulan-bulan warga Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar dan sekitarnya, disiksa oleh kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat mereka mesti mengantre berjam-jam.
Dalam tiga hari terakhir, antrean kendaraan pembeli BBM membludak hingga lebih dari 50 persen. Akhirnya, kondisi tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas dan membuat jalanan macet.
Berdasarkan pantauan pada Senin pagi, antrean pembeli BBM di SPBU di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, sudah terlihat normal, hanya belasan kendaraan yang mengantre sehingga petugas SPBU lancar melayani konsumen.
Semua disebabkan solusi jangka pendek Pemerintah setempat yang memutuskan agar pembelian BBM disesuaikan dengan ganjil-genap nomor polisi kendaraan.
Selain itu, kendaraan besar seperti truk dan bus harus antre membeli BBM di malam hari, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
Pihak Pertamina juga telah menambah pasokan BBM dan menambah waktu operasional SPBU untuk melayani masyarakat sehingga antrean kendaraan sudah normal.
BBM subsidi diserbu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons insiden itu. Dia bilang sudah mengecek secara langsung apa yang menjadi permasalahan dari antrean tersebut.
Dia juga mengaku cadangan BBM nasional aman, yakni di kisaran 20 hari sebagaimana standar nasional minimal yang berkisar di angka 21–28 hari.
“Aku udah cek apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak (antre). Ternyata, bapak ibu semua, itu adalah ada sebagian yang shifting (berpindah),” kata Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Bahlil melanjutkan bahwa terjadi perpindahan pola konsumsi masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi menjadi BBM subsidi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Ia tak masalah dengan itu, namun berharap agar masyarakat yang tergolong mampu tidak ikut menggunakan BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar.
Salahkan pedagang gelap
Bahlil menyoroti penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi alias pedagang gelap. Katanya itu yang menyebabkkan antrean panjang pembelian BBM di Makassar.
Sambil menyebut temuan kepolisian berupa mobil-mobil dengan tangki BBM yang dimodifikasi untuk menimbun BBM bersubsidi, Bahlil bilang ada tangki mobil dan truk yang dimodifikasi menjadi lebih besar hingga bisa memuat hingga 1 ton BBM.
“Jauh lebih dari itu ada mobil-mobil, truk, bikin tangki gede, besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ. Dalam hati saya, ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan tetap seperti ini,” ujar Bahlil.
Makanya Bahlil menyampaikan Kementerian ESDM bekerja sama dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan dan pihak kepolisian untuk mengurai antrean yang terjadi di Makassar.
“Sekarang alhamdulillah sudah mulai terurai. Kami akan melakukan hal-hal yang penting untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran,” kata Bahlil.