Kenapa Gubernur Jatim Dihujat Usai Lepas Burung Lovebird? Ternyata Ini Masalahnya

Tim Editor

Pelepasan burung lovebird dalam rangka meresmikan Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus, Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/2/2021). (Facebook Khofifah Indar Parawansa)

ERA.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dihujat habis-habisan oleh pencinta hewan dan warganet usai melepaskan ratusan burung jenis lovebird di alam liar, dua hari yang lalu. 

Sekadar diketahui, kegiatan pelepasan burung lovebird itu dalam rangka meresmikan Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus, Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/2/2021). 

Selain pelepasan burung lovebird, acara seremonial tersebut juga diserta pemotongan pita dan tumpeng, serta pelepasan 75 ekor burung perkutut.

Nah, permasalahannya, apa sih dampaknya jika burung lovebird dilepas di alam liar? Dari laman om kicau, berikut 5 efek yang bisa didapatkan.

1. Menjadi target buruan

Kondisi alam dan lingkungan di Indonesia belum sepenuhnya aman dari orang-orang tak bertanggung jawab. Demi uang, mereka tak peduli apakah yang ditangkapnya merupakan burung dilindungi atau status konservasinya masih aman.

2. Media penyebaran penyakit

Lovebird yang notabene bukan burung khas Indonesia pasti bisa juga sakit. Apalagi jika dilepas di alam liar yang tak cocok untuk habitatnya. Jika lovebird sakit, dikhawatirkan ia bakal menulari burung-burung lain di lingkungan dan yang sama. Bahkan bisa menulari jenis unggas lainnya seperti ayam dan itik.

3. Menjadi spesies invasif

Burung lovebird yang dilepasliarkan berpotensi membentuk populasi liar. Spesies burung ini tidak memiliki predator alami, sehingga bisa menjadi spesies yang invasif atau menguasai wilayah barunya, merebut sumber pakan utama dari spesies lokal, bahkan cenderung mengambilalih sarang sarang burung lokal tersebut.

Jika sudah begitu, otomatis lovebird dianggap burung hama oleh burung-burung lokal. Hal inilah yang membuat para pegiat lingkungan hidup menyarankan agar lovebird dipelihara saja, daripada dilepas dan mengancam keberadaan burung asli khas Indonesia.

4. Burung yang dilepas justru sering kelaparan

Lovebird sebenarnya memakan apa sih? Ini yang jadi masalah. Jika di lingkungan yang tak cocok untuknya, ia akan kebingungan mencari makan. Apalagi bagi lovebird yang sudah lama dipelihara dalam sangkar.

Dampaknya? Ia akan kelaparan dan kekurangan gizi, yang berujung pada kematian atau dimangsa burung predator. Ketika Anda melepasliarkan burung kicauan, Anda juga sekaligus memberi kesempatan burung itu untuk mati pelan-pelan, meski tujuan Anda sebenarnya sangat baik.

5. Burung sulit bertahan hidup

Selain kesulitan mencari pakan, burung lovebird yang dilepasliarkan secara sembarangan juga sulit bertahan hidup. Ia bisa dimakan hewan-hewan predator seperti kucing, musang, anjing, dan sebagainya.

6. Terjadi perkawinan silang di alam liar

Jika lovebird yang dilepasliarkan selamat dari berbagai ancaman dan tantangam, maka kemungkinan besar ia akan kawin silang. Akibatnya akan terjadi burung mule atau hibrida.

Tidak soal jika burung mule ada di kandang penangkaran, masalahnya suatu saat itu akan mengancam populasi spesies burung asli, menghilangkan galur murni spesies lokal, dan sebagainya.

Nah! Itulah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum melepasliarkan burung kicau atau lovebird, baik karena tujuan mulia ingin menambah populasi di alam liar, atau karena jengkel burung cacat, sakit-sakitan, atau tak mau bunyi.

Tag: hewan dilindungi khofifah indar parawansa Burung lovebird

Bagikan: