Tak Seperti Pemkot Makassar, Pemprov Jatim Lantik Pejabat Secara Virtual

Tim Editor

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melantik kepala OPD secara daring, dan sebagian luring dari Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (28/7/2021).

ERA.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik sebanyak 16 kepala organisasi perangkat daerah secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) dari Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (28/7/2021).

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjelaskan terdapat sejumlah kendala sehingga pelaksanaan mutasi eselon II sempat tertunda beberapa kali, salah satunya perubahan kebijakan pusat terkait status Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil).

Khofifah juga menyampaikan, kendala lainnya adalah situasi COVID-19 yang selanjutnya beriringan dengan PPKM darurat dan PPKM level 4.

Jadwal pelantikan, kata Khofifah, sudah diajukan sejak di awal Juni 2021 ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN), tetapi ketika akan mutasi sejumlah kepala OPD terkonfirmasi positif secara bergiliran.

"Mau melantik, ada lagi yang positif, lalu mau melantik lagi ada PPKM darurat. Kalau tetap pelantikan, terkesan tidak sesuai dengan suasana PPKM darurat. Sampai kemudian saya bilang Senin, tapi ada positif lagi. Akhirnya saya bilang Rabu mudah-mudahan yang positif sudah negatif," ucap gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

"Tapi, masih ada tiga pejabat yang masih positif sehingga pelantikan harus virtual. Tetapi karena aturan pelantikan harus ada yang dihadirkan, maka tiga perwakilan tidak positif dihadirkan supaya ada sertijab dan penandatanganan pakta integritas," ujar Khofifah menambahkan.

Sedangkan, disinggung masih adanya kekosongan jabatan, Khofifah memastikan prosesnya segera dilakukan dan untuk sementara posisi yang belum diisi kembali oleh pelaksana tugas (Plt).

Berikut nama-nama 16 kepala OPD yang menempati posisi baru:

1. Badan Pendapatan Daerah Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno

2. Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim Sjaichul Ghulam

3. Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin

4. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Soekaryo

5. Kepala Dinas Kehutanan Jumadi

6. Direktur RSU Haji dr Herlin Ferliana

7. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ardo Sahak

8. Kepala ESDM Nurkholis

9. Kepala BKD Indah Wahyuni

10. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Dyah Wahyu Ermawati

11. Kepala Bakorwil Pamekasan Gunawan Saleh

12. Kalaksa BPBD Jatim Budi Santoso

13. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tiat Surtiati Suwardi

14. Direktur RSUD dr Soedono Madiun, dr Mochamad Hafidin Ilham

15. Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo

16. Kepala Satpol PP Muhamad Hadi Wawan Guntoro.

Tentu saja pelantikan ini berbeda seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar, di bawah komando Wali Kota Moh Ramdhan "Danny" Pomanto.

Meski sama-sama masuk zona merah dan menjalani PPKM Level 4, Danny Pomanto malah menggelar kerumunan dengan melantik belasan pejabat eselon II.

Danny bersama pejabat yang akan dilantik itu, kemudian datang ke Dermaga Sandar Kapal Umsini, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Senin (26/7/2021) sore silam.

Terobosan ini dianggap unik dan terlihat berbeda oleh sebagian pihak, sebab aturan pemerintah tak membolehkan orang-orang menggelar resepsi pernikahan dan salat berjemaah di masjid saat PPKM level 4.

Tak pelak, acara semonial itu memicu suara sumbang para warganet. Menurutnya, pelantikan tersebut semestinya bisa dilakukan secara virtual dan dilakukan dengan durasi waktu yang cepat.

Untuk tahu tentang pelantikan itu, bisa dibaca di sini. Soal apa saja pelantikan unik yang telah dilakukan Wali Kota Makassar, bisa dibaca di sini.

Tag: makassar jawa timur Danny Pomanto gubernur jawa timur pemkot makassar gubernur jawa timur Khofifah indar parawansa

Bagikan: