Terungkap, Biaya Pembunuhan Pegawai Dishub Makassar Sebesar Rp200 Juta, Pembayarannya Dicicil

Tim Editor

Rekonstruksi kasus penembakan Pegawai Dishub Najamuddin Sewang hingga tewas di di Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar. (Antara)

ERA.id - Biaya pembunuhan pegawai Dishub Makassar Najamuddin Sewang sebesar Rp200 Juta ternyata dibayar berangsur. 

Pembayaran awal untuk aksi tersebut sebesar Rp20 juta untuk membeli motor dan senjata.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Trauli Simanjuntak. Ia menegaskan jika kedua eksekutor Chaerul Akmal (CA) dan Sulaiman (SL) dibayar berangsur. Namun, kedua tersangka ternyata baru menerima Rp 90 juta.


Polisi pun hanya menyita Rp 85 juta, sebab sisanya yang Rp 5 juta telah digunakan tersangka.

Selama reka adegan, polisi berhasil menghitung ada 28 adegan yang dilakukan para tersangka dari delapan tempat kejadian.

Reonald Trauli Simanjuntak juga menjelaskan kronologi penembakan Najamuddin Sewang.

Sedihnya lagi, Najamuddin Sewang ditembak dari jarak 3 meter setelah dipepet tersangka. Pelaku menembaki korban dengan tangan kirinya sambil mengendarai sepeda motor.

"Korban jatuh setelah ditembak, dan tersangka memastikan bahwa targetnya telah meninggal," ujarnya.

Setelah menembaki Najamuddin Sewang, Chaerul Akmal sempat mengintip dibalik spion motornya untuk memastikan korban masih bergerak atau telah meninggal.

Saat mengetahui korban telah tidak bergerak, Chaerul Akmal langsung kabur menuju ke arah Tanggul Patompo, Makassar.

Disitu, pelaku membuang barang bukti yakni jaket ojek online dan selongsong peluru.

Kejadian itu terjadi di pertigaan Jalan Manunggal 22 dan Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Minggu (3/4/2022).

Tag: najamuddin sewang pegawai dishub makassar

Bagikan: