Momen Ganjar Pranowo Tak Mempan 'Dibakar' Perempuan Makassar

| 08 Jun 2022 07:04
Momen Ganjar Pranowo Tak Mempan 'Dibakar' Perempuan Makassar
Proses adat Bugis untuk Ganjar di acara KPK di Gowa. Dok. Pemprov Jateng

ERA.id - Alunan syair mengiringi empat perempuan naik ke panggung. Sambil memutar, mereka ikut merapal syair Pepe-pepeka ri Makka. Di tangganya, api menyala dari seikat ijuk. Sesekali dia mengarahkan api ke lengan lalu ke badan.

Pepe-pepeka ri Makka

Lanterayya ri Madina

Ayya Allah parombasai natakabbere’ dunia

Sejurus kemudian, dengan sebuah isyarat mempersilakan, mereka mengundang sosok pria berambut putih untuk naik ke panggung. Syair berbahasa Makassar itu masih berdendang ketika dua perempuan mengarahkan api ke lengan sampai ke sekujur badan pria itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Tak ada luka dan tak ada sisa menyala meski beberapa saat api dijalarkan. Ganjar justru tersenyum melihat raut empat perempuan itu. Mereka seolah lega, orang yang mereka “bakar” tak mempan dilalap api. Tak lama kemudian pria itu kembali ke tempat awal dia duduk.

Sekembalinya ke tempat duduk, Ganjar mengaku telah dua kali “dibakar” seperti itu. Tak ada yang terbakar, tak ada luka, bahkan tak terasa panas api.

“Yang pertama saat penobatan saya sebagai Daeng Manaba, juga dibakar,” kata dia. Daeng Manaba merupakan gelar bangsawan Bugis untuk Ganjar.

Berbagai prosesi dan adat masyarakat Sulawesi Selatan memang tak asing bagi Ganjar, termasuk Pepe-pepeka ri Makka. Terlebih prosesi itu memiliki nilai filosofis tinggi dan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat di Sulsel.

Secara bahasa, Pepe-peperi ri Makka berarti kobaran api di Mekah dan dimaknai sebagai nilai bahwa masyarakat Bugis dan Makassar ikut memegang semangat dakwah sebagaimana yang dilakukan di Mekah.

Momen dibakar yang kedua ini dirasakan Ganjar saat dirinya jadi salah satu teladan bersama 9 gubernur lain dalam pembentukan desa antikorupsi. Acara itu diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gowa Sulsel, Selasa (7/6).

KPK telah menetapkan 10 desa di Indonesia sebagai percontohan desa antikorupsi, termasuk Desa Banyu Biru Kabupaten Semarang di Jawa Tengah. Desa itu dianggap bisa mengelola sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan seluruh anggaran yang diterima.

"Iya (Desa Banyu Biru) salah satu dari 10 desa di 10 provinsi yang dipilih KPK untuk jadi percontohan desa antikorupsi. Ini akan jadi pionir. Tapi kia akan genjot yang ada di Jawa Tengah. Pulang dari sini, saya perintahkan semua desa di Jateng melakukan itu," kata Ganjar.

Layaknya prosesi Pepe-peperi ri Makka, Ganjar mendapat kepercayaan dari KPK untuk terus berdakwah laku antikorupsi sampai ke desa-desa. Begitu pula 9 gubernur lain yang diundang ke sana.

Rekomendasi