Macet dan Parkir Mahal di Stadion Parepare, Bukti Pemkot Belum Siap Jamu Suporter PSM

| 09 Jun 2022 11:53
Macet dan Parkir Mahal di Stadion Parepare, Bukti Pemkot Belum Siap Jamu Suporter PSM
Stadion Gelora BJ Habibie di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Dok. Pemkot Parepare)

ERA.id - Pemerintah Kota Parepare, Sulsel, mesti membereskan masalah yang terjadi sewaktu suporter PSM Makassar, memadati Stadion BJ Habibie. Masalah tersebut diharapkan tak terjadi lagi, jika nanti stadion ini lolos verifikasi dan menjadi kandang Pasukan Ramang.

Bagaimana tidak, selain kemacetan di sekitar stadion, retribusi parkir yang menyakiti suporter turut dikeluhkan. Bayangkan saja, per mobil dikenakan biaya Rp50 ribu, sementara per motor Rp10 ribu.

Kuat dugaan, tukang parkir di sana memanfaatkan momen dengan mengeruk untung sebanyak-banyaknya saat PSM Makassar melawan Sulut United beberapa hari lalu.

Beda jauh dengan di Stadion Mattoanging. Jika pertandingan Liga 1, suporter hanya dibebani Rp5 ribu untuk motor dan Rp10 ribu untuk mobil.

Kepala UPTD Pelayanan Parkir Parepare, Aryun Hamdayana mengaku kalau timnya sudah bekerja mengatasi persoalan parkir di sekitar stadion dari jauh hari. Bahkan mereka telah menekankan kepada masyarakat sekitar agar harga yang telah dibuat, mesti disepakati.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan masyarakat sekitar, agar tarif parkir bagi kendaraan roda dua itu Rp5 ribu dan mobil Rp10 ribu," katanya kepada ERA, Kamis (9/6/2022).

Kecolongan ini, lanjut Aryun Hamdayana, akan dievaluasi untuk pertandingan selanjutnya. Ia mengaku, mahalnya tarif parkir luput dipantau karena ia kekurangan anggota.

"Saya akui kami kecolongan dengan tarif yang diberlakukan masyarakat sekitar," ungkapnya.

"Saya berjanji, pada pertandingan berikutnya tidak akan ada lagi harga tiket yang melambung tinggi. Semua akan normal," demikian Aryun.

Lantas bagaimana akses jalan di sekitaran Stadion BJ Habibie yang akhirnya macet usai pertandingan? Aryun pun masih menunggu arahan dari pimpinannya, yakni Kadishub Parepare Iskandar Nusu. Terutama Wali Kota Parepare Taufan Pawe.

Hal ini memang perlu diperhatikan, sebab untuk lolos verifikasi demi kenyamanan berbagai pihak, kendala akses mesti dipikirkan secara matang. Toh, standar FIFA menegaskan bahwa stadion wajib memiliki lima akses, sementara stadion di Parepare itu cuma punya dua akses.

Selain itu, Aryun menambahkan dalam mengamankan parkiran dan keamanan, ke depan, Dishub Parepare akan dibantu TNI-Polri. "Demi menghindari kejadian seperti kemarin," bebernya.

Kemarin pada saat usai laga, Polres mengamankan 100 orang suporter PSM karena bentrok sesama suporter. Polisi pun menduga bentrok tersebut terjadi lantaran adanya dendam lama. Sementara Ketua OC PSM Makassar Ali Gauli mengatakan pihaknya pun menyerahkan kasus suporter tersebut untuk proses hukumnya.

Rekomendasi