ERA.id - Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, membongkar rahasia di balik pembuatan film fiksi ilmiah keluarga yang dibintangi Lutesha. Upie mengungkap tim produksi yang terlibat pembuatan Pelangi di Mars belajar melalui YouTube.
Saat ditemui selama Press Screening di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Upie mengungkap rahasia besar di balik kemegahan film Pelangi di Mars. Upie mengungkap 99 persen tim yang terlibat di film garapannya belajar melalui YouTube.
"Kita belajar dari nol, ngebentuk tim, di mana teknologi ini tuh nggak ada sekolahnya, artinya 99% tim yang tergabung sama Pelangi di Mars ini belajar dari YouTube gitu. Benar-benar tidak ada, tidak ada edukasinya," ujar Upie Guava.
Upie menjelaskan ia bersama produser Dendi Reynando harus membangun studio baru demi mengadaptasi teknologi Extended Rality berbasis Unreal Engine. Ia pun menjalin komunikasi dengan pelaku industri di luar negeri untuk mempelajari teknologi yang digunakan.
"Kita berkomunikasi dengan pelaku industri serupa di luar negeri untuk dapat knowledge, dan lain-lain, dan bisa dibilang kita mungkin juga salah satu early adopters dari teknologi ini, dan itu perlu kami syukuri," ungkapnya.
Di sisi lain, Music Scoring Yunike Tanzil juga melakukan hal serupa untuk menciptakan suara-suara baru yang berada di luar angkasa. Suara-suara itu pun melengkapi film Pelangi di Mars menjadi lebih indah untuk ditonton.
"Challenge-nya itu adalah bagaimana untuk saya bisa menceritakan dan membawa suasana Mars, suasana luar angkasa di film ini. Jadi saya harus keluar dari comfort zone, dan menggunakan suara-suara yang nggak ada di bumi," kata Yunike.
"Jadi suara-suara seperti synthesizer, saya harus men-design beberapa, ada bells, ada suara pianonya tuh juga bukan sekadar piano tapi ada ditweaking juga. Jadi ada galactic-galactic-nya gitu," imbuhnya menambahkan.
Film Pelangi di Mars mengikuti perjalanan Pelangi (Messi Gusti), anak 12 tahun yang lahir di Mars. Ditinggal ibunya, ia berpetualang mencari mineral Zeolit Omega bersama robot-robot rusak untuk menyelamatkan Bumi dari krisis air di tahun 2100.
Film ini akan meramaikan layar bioskop selama libur Lebaran mulai 18 Maret 2026.