Baskara Putra Blak-Blakan Akui Lelah Buat Lagu Soal Perubahan, Sempat Frustasi dan Bingung Menulis

| 31 Jul 2026 11:27
Baskara Putra Blak-Blakan Akui Lelah Buat Lagu Soal Perubahan, Sempat Frustasi dan Bingung Menulis
Hindia dan Banda Neira (Era.id/Nurul Tryani)

ERA.id - Baskara Putra atau yang lebih dikenal dengan nama Hindia mengaku lelah menciptakan lagu-lagu bertema perjuangan. Ia juga sempat dilanda stres akibat sering menuangkan ide-ide tersebut.

Pengakuan ini disampaikan oleh Baskara saat diajak kolaborasi dengan Banda Neira oleh produser Lafa Pratomo. Rasa lelah menciptakan lagu bertema 'perjuangan' ini baru disadari Baskara saat berdiskusi dengan Lafa Pratomo untuk kolaborasi tersebut.

"Kayaknya setelah menulis lagu-lagu yang tanda kutip berusaha memperjuangkan hal-hal yang lebih besar, bukan berarti itu hal yang buruk, tapi tidak dipungkiri itu ada capeknya juga kadang-kadang gitu," ujar Baskara saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Pelantun "Rumah ke Rumah" ini lantas menyadari bahwa kehadirannya dengan musik hanyalah sebagian kecil dari hal besar yang terjadi. Kesadaran ini juga yang membuat Baskara memahami kapasitasnya sebagai musisi yang juga bisa lelah dalam menciptakan karya tentang perjuangan.

"Ternyata setelah melihat apa yang berjalan berapa tahun ke belakang, kita semua tuh cuma gerigi yang sangat kecil dari hal-hal yang sangat besar," tuturnya.

"Dan kadangkala ada hal-hal yang setelah terjadi bikin kita sadar, mau gimana pun juga butuh lebih dari bikin lagu kayak gini buat bikin perubahan gitu. Dan lama-lama itu bikin capek, bikin frustasi, bikin bingung mau nulis apa gitu kalau perspektifnya dari saya sendiri," imbuhnya menambahkan.

Sementara itu, Ananda Badudu dari Banda Neira yang juga kerap kali menciptakan karya bertema sosial dan kehidupan menekankan pentingnya memikirkan diri sendiri sebelum melihat hal yang jauh lebih besar serta rumit. Menurutnya, tanpa memikirkan diri sendiri lebih dulu akan membawa efek buruk atas ketidakwarasan yang terjadi.

"Kalau misalnya kita di dalam rumahnya nggak mengontrol diri kita, kewarasan kita, gimana kita mau menghadapi dunia luar yang... di dunia yang semakin gila ini gitu kan hari demi hari. Situasi dunia, situasi negara yang semakin... ya kita tahulah gitu dari berbagai informasi ngerasa semakin gila," kata Ananda Badudu.

Melalui kolaborasi Hindia dan Banda Neira ini, Ananda pun berharap bisa tetap memberi kewarasan bagi para pendengar melalui karyanya.

"Di lagu ini kami ingin ngomong itu ya, kita kontrol apa yang bisa kita pegang untuk kita siap menghadapi apa pun yang di luar sana. Rencananya sih gitu ya," ungkapnya.

Sementara itu, Lafa Pratomo mengungkap alasannya memilih untuk menyatukan dua musisi yang berpengaruh di industri musik Indonesia. Bagi Lafa, ia mulanya hanya ingin mencoba peruntungan yang diyakini bisa mendulang kesuksesan.

"Eksperimen sih tapi kayak eksperimen yang menurut gua wah ini pasti udah pasti berhasil deh gitu. Sangat tidak ragulah dengan mereka berdua," ungkap Lafa.

Dalam EP Garis Tegak, kolaborasi Hindia dan Banda Neira menjadi rangkaian penutup yang melengkapi karya-karya Lafa Pratomo. EP ini nantinya berisikan enam lagu hasil kolaborasi musisi lintas genre yang akan dirilis setiap bulan. 

Proyek pembuka EP ini akan menghadirkan Feby Putri dan Matter Mos lewat lagu "Seperti Angka 8". Lagu ini dirilis pada 4 Agustus 2026 di digital streaming.

Rekomendasi