ERA.id - Pembawa acara Raffi Ahmad mengenang perjuangan pahit saat terjun ke dunia digital pertama kali. Raffi bahkan dihadapkan dengan pilihan sulit untuk istirahat total dari kegiatan atau berani mengambil risiko besar.
Suami Nagita Slavina ini mengatakan perjuangan untuk terjun ke dunia digital tidak semudah yang dibayangkan. Perjuangan itu bahkan membuatnya sangat emosional bagi perjalanan kariernya di dunia hiburan Tanah Air.
“Pastinya ini salah satu perjalanan yang buat saya pribadi cukup emosional. Karena di mana kalau saya flashback itu kayak tadi melihat video itu, dari RANS kecil sampai melantai di bursa sampai sekarang udah begini,” ujar Raffi Ahmad saat ditemui di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).
Raffi lantas menjelaskan perjuangan membangun RANS Entertainment ke dunia digital ini dimulai tepat sebelum Covid-19 melanda dunia. Saat itu, Raffi yang hanya memiliki kantor kecil di samping rumahnya mulai menerapkan work from home (WFH), namun tetap produktif.
“Jadi di sebelah kita ini ada kantor yang garasi itu tadi dan rumah kecil itu, mereka datang akhirnya 20 karyawan, 30 karyawan itu udah work from home. 20... 20 karyawan, 2 minggu di rumah. 20 sisanya ganti-gantian,” jelasnya.
“Sampai 20 karyawan di rumah nginep! Ini ide-ide Mbak Nadia yang luar biasa,” imbuhnya menambahkan.
Tantangan berikutnya muncul saat ia harus menemukan sponsorship yang ingin mendanai proyek digitalnya di masa pandemi tersebut. Beruntung, Raffi dan Nagita Slavina menemukan rekan bisnis yang ingin membantu mengembangkan hal itu, yakni Mayora.
“Akhirnya Mayora memberikan kepercayaan sama kita. Ya sudah, tapi kata Bu Nadia dan Pak Irsan 'Mungkin ya kalau pindah ke digital itu bagus ya'. Ya saya pede-pede aja dulu. Akhirnya kita bikin dulu tuh pertama di rumah,” kata Raffi.
Global Marketing Director Mayora Group, Ricky Afrianto mengatakan pihaknya tertarik untuk membantu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina berdasarkan konten yang dibuat. Kala itu, kata Ricky, konten yang ditawarkan oleh RANS Entertainment sangat menarik dan identik dengan keluarga.
“Kita melihat potensi konten-konten dari Aa Raffi atau Gigi saat itu cukup otentik, menyentuh, dan cukup menggambarkan keluarga Indonesia. Orang juga senang melihat kontennya yang natural. Jadi kita melihat ini salah satu cara yang tidak hanya sekadar untuk beriklan, tapi juga mendekatkan produk-produk kita ke konsumen melalui digital,” tutur Ricky.
Lebih lanjut, Raffi Ahmad mengungkap kerja sama ini akan menghasilkan Intellectual Property (IP) yang lebih luas, termasuk RANS Carnival dan Cipungland di Lombok dan dilanjutkan dengan program lainnya di kota lain di Indonesia.