Buset, Studio Franchise James Bond Dijual dengan Harga Rp70,8T!

| 23 Dec 2020 20:03
Buset, Studio Franchise James Bond Dijual dengan Harga Rp70,8T!
Franchise film James Bond (salah satunya diperankan aktor Sir Sean Connery) adalah satu di antara lebih dari 4.000 film yang diproduksi studio Hollywood MGM. (Foto: 007/Instagram)

ERA.id - MGM, studio Hollywood yang memproduksi franchise film James Bond dan Rocky, kini ditawarkan ke investor dengan harga 5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp70,8 triliun, demikian diberitakan The Guardian.

Studio tersebut kabarnya telah menjajaki negosiasi penjualan selama beberapa tahun belakangan. Terakhir, pada Januari lalu, MGM telah mencoba berbicara dengan Netflix, Apple, dan beberapa perusahaan raksasa lain. Namun, belum tercipta kesepakatan soal harga.

Perang layanan streaming film sejauh ini telah menggelembungkan harga konten-konten 'langka', dan franchise film terpopuler masuk dalam kategori ini. Tren bisnis streaming ini yang berusaha dimanfaatkan sejumlah studio Hollywood.

MGM saat ini menjadi pemilik 4.000 judul film dan 17.000 jam program televisi, mulai dari film Gone with the Wind dan The Hobbit, hingga serial TV populer seperti The Handmaid's Tale. Studio ini meraup keuntungan 1,5 miliar dolar AS tahun lalu. Meski sempat mengalami kebangkrutan karena terlilit utang hingga 4 miliar dolar AS satu dekade lalu, MGM saat ini masih berupaya survive lewat Creed, franchise spin-off dari Rocky, dan juga franchise film berusia 58 tahun, James Bond.

Berdasarkan laporan The Guardian, James Bond adalah franchise film paling cuan sepanjang masa. Ia terdiri dari 24 film yang laba kotornya mencapai 7 miliar dolar AS, hanya dikalahkan oleh the Marvel, Star Wars, Harry Potter dan Spider-Man. Basis fan Bond terbilang sangat kuat sehingga franchise kemungkinan bisa meraup 1 miliar dolar AS lagi secara global.

MGM, yang merupakan singkatan dari Metro-Goldwyn-Mayer, didirikan pada tahun 1924 dan telah menjadi studio besar karena merilis film-film legendaris seperti The Wizard of Oz, Hen Hur, dan Singin' in the Rain. Sepanjang sejarahnya, studio ini telah berganti-ganti pemilik, mulai dari Edgar Bronfman, lalu biliuner kasino Las Vegas Kirk Kerkorian, dan kemudian pendiri CNN Ted Turner.

 

 

Rekomendasi