Ingin Tenangkan Pikiran Selama Pandemi? Coba Meditasi Bareng KALMnesia

Tim Editor

Ilustrasi meditasi (Foto: Pexels/Valeria Ushakova)

ERA.id - Di masa pandemi COVID-19, masyarakat dihimbau untuk berkiatan dirumah secara daring. Berlama-lama dirumah telah menguras energi, pikiran, dan batin. Untuk melewati masa sulit, kita perlu memerhatikan kesehatan fisik dan mental. 

Berbagai cara dilakukan untuk memelihara kondisi mental, salah satunya dengan meditasi. Para ahli sejak lama menyarankan teknik meditasi untuk mengelola stres karena mudah diakses dan efektif.

Bagia saputra, Stress & Anger Management Specialist Certified Meditation Instructor, mengatakan jika metode menjadi alat untuk mencapai apa yang diinginkan seseorang. Selain menenangkan pikiran, meditasi menjadi cara untuk mencintai diri sendiri. 

Bagia saputra (Foto: Dok.KALMnesia)

"Meditasi adalah metode atau alat untuk mencapai apa yang kita inginkan. Meditasi mencintai diri sendiri,dan merawat diri sendiri. Terkadang kita lupa mencintai diri sendiri. Meditasi bisa tahu mencintai diri sendiri, selanjutnya mencintai ke orang lain," ungkap Bagia Saputra melalui webinar Kalmnesia 'Tetep kalem di masa kalem' pada Sabtu (10/10/2020).

Menurutnya, meditasi bisa membuat seseorang menjadi fokus dalam segala hal, mulai dari urusan percintaan, pekerjaan, hingga keluarga.

"Kalau sudah terbiasa meditasi dan fokus objek tertentu. Urusan pekerjaan, relationship , keluarga, semuanya bisa hilang karena meditasi. Kita nggak bisa mikir jernih, dengan meditasi kita bisa melatih otak dan menyelesaikan segala masalah hidup yang ada," jelas Bagia Saputra. 

Lebih lanjut, Bagia menemukan definisi energi sesungguhnya lewat hukum kekekalan energi dari James Prescott Joule. Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa pindah tempat (transfer) dan berubah bentuk.

Lebih lanjut,  Bagia mengatakan terkadang pikiran seseorang bisa lari kemana-mana. Emosi negatif tidak akan pernah hilang dan tidak bisa musnah begitu saja. Untuk menyebarkan emosi, seseorang bisa mentransformasikan dari hal negatif ke positif.

"Itu nggak bisa diganggu gugat. Kita dari sisi emosi remaja, emosi negatif, entah itu sakit hati emosi. Tapi apakah merubah bentuk? emosi itu seperti gelombang turun naik," tutur Bagia Saputra.

Meski begitu, beberapa orang memiliki pandangan skeptis terhadap meditasi. Beberapa hal yang mitos soal meditasi diantaranya, meditasi hanya milik agama tertentu, saya tidak bisa diam jadi tidak mungkin bisa meditasi, meditasi bisa membuat kesurupan, tidak perlu meditasi karena cukup berdoa/ibadah saja, dan meditasi supranatural dan mistis. 

Padahal, faktanya meditasi memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan. Seperti meningkatkan konsentrasi, fokus, kesadaran emosional, kecerdasan emosional yang lebih baik, hingga meningkatkan produktivitas.

Cara meditasi sendiri, bisa dilakukan dimana saja asal jauh dari kebisingan. Hal ini bisa dilakukan dengan hanya duduk tenang dan mengatur pernapasan selama 15 menit. Berikut beberapa tahapan untuk melakukan meditasi pemula:

1. Duduk dengan nyaman

- Jika duduk dilantai, gunakan bantal sebagai alas, dengan posisi kaki bersila

- Jika duduk di kursi, pastikan kedua telapak kaki menyentuh lantai

- Lepaskan kacamata dan jam tangan

2. Duduk dengan tegap

3. Luruskan kedua siku, letakkan kedua pergelangan tangan diatas lutut, dengan telapak tangan menghadap keatas

4. Angkat dagu 45 derajat

5. Pejamkan mata dengan rileks

6. Jaga postur ini selama sesi berlangsung 

Tag: kesehatan covid-19 Meditasi

Bagikan: